Suara.com - Anggota Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul menyayangkan pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut banyak anggota DPR yang dipilih rakyat blo’on, alias bodoh.
"Janganlah gara-gara gedung kita dibilang blo’on," kata Ruhut di DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Menurutnya, DPR memang membutuhkan tambahan ruangan untuk kerjanya. Sebab, kata dia, gedung yang ada saat ini kurang memadai.
Sebagai anggota DPR, Ruhut menerangkan, siap menerima apapun fasilitas yang disediakan negara. Namun, dia menyesali pernyataan Fahri yang dianggap merendahkan anggota DPR.
"Kalau aku DPR namanya wakil rakyat, kasih gedung terimakasih, pasang tenda juga terima kasih," ujarnya.
"Yang jelas dia (Fahri) merendahkan dirinya sendiri," kata anggota Komisi III ini.
Selain itu, Ruhut mengatakan, daripada begitu, lebih baik DPR bersikap baik dengan pemerintah. Supaya, pemerintah bisa bekerjasama dengan DPR dalam program ini.
"Baik-baik saja sama pemerintah, Jangan galak-galak lah sama pemerintah itu," ujarnya.
Seperti diberitakan, Fahri dalam sebuah pernyataan di depan media mengungkapkan banyak anggota DPR yang dipilih rakyat bukan karena cerdas, tapi disukai rakyat. Karenanya, dia menyebut anggota DPR yang rada blo'on itu butuh bantuan dari stafnya yang tidak sedikit sehingga memenuhi gedung DPR.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
OTT Pejabat Pajak, KPK Sebut Kemenkeu Perlu Perbaiki Sistem Perpajakan
-
KPK Ungkap Kepala KP Pajak Banjarmasin Mulyono Rangkap Jabatan Jadi Komisaris Sejumlah Perusahaan
-
Roy Suryo Cs Desak Polda Metro Bongkar Bukti Ijazah Palsu Jokowi, Kombes Budi: Dibuka di Persidangan
-
JPO Sarinah Segera Dibuka Akhir Februari 2026, Akses ke Halte Jadi Lebih Mudah!
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu