Suara.com - Direktur Perdata Tata Usaha Negara (Jam Datun) Jaksa Agung Muda Kejaksaan Agung, Sri Harijati, mengakui kalau alasanya mendaftar menjadi calon pimpinan (Capim) KPK karena menjadi salah satu jaksa yang ditunjuk Jaksa Agung HM Prasetyo.
Sri mengungkapkan, keinginannya menjadi capim KPK juga agar ada peran perempuan dalam struktur pimpinan lembaga antirasuah itu.
"Pimpinan (Jaksa Agung HM Prasetyo) juga merekomendasikan saya, saya juga ingin ada warna lain di KPK," kata Sri saat menjalani tes wawancara di Gedung Sekertariat Negara (Setneg), Jakarta (26/8/2015).
Mendengar hal tersebut, Diani Sadiawati, salah satu anggota Pansel KPK lantas menanyakan kepada Sri perihal apakah untuk mendaftarkan sebagai Capim KPK harus meminta izin terlebih dahulu kepada Jaksa Agung.
"Apakah ibu harus meminta izin ke pimpinan," kata Diani
Sri pun langsung mengatakan jika pemberitahuan kepada Jaksa Agung adalah prosedur yang umumnya dilakukan bawahan.
Terlebih, kata Sri, izin tersebut juga untuk merupakan salah satu cara agar dirinya bisa didukung penuh oleh Jaksa Agung dalam proses seleksi Capim KPK.
"Harus izin karena saya pegawai negeri dan etikanya harus ada izin," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan
-
Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang
-
Perlawanan Terakhir Nadiem Makarim Jelang Putusan, Ini yang Akan Diungkap
-
Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya
-
KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!
-
Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU
-
Legislator PDIP Kritik Ekspansi Bioskop: Jangan Sampai Jadi Risiko Baru bagi Industri Film
-
Jokowi Siap Hadir Tunjukan Ijazah di Persidangan Roy Suryo dan dr Tifa
-
Jokowi Tak Ambil Pusing Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Kuasa Hukum Sentil Dugaan Intervensi
-
Viral Dugaan Mahasiswa UBK Terima Suap, Muncul Pengakuan Soal Dana Rp 20 Juta dan Nama 'Kapolda'