Suara.com - Kepala Sub Direktorat Pendidikan dan Rekayasa Polda Metro Jaya AKBP Ipung Purnomo mengatakan petugas sudah mengalihkan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan karena ada konsentrasi massa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).
Kendaraan yang akan melewati Patung Kuda akan diarahkan petugas ke kiri, arah Jalan Budi Kemulyaan.
"Bisa ke kiri arah Tanah Abang atau ke kanan Abdul Muis. Dari arah Tugu Tani dialihkan antara ujung Istiqlal dan Pertamina diarahkan ke Kanan Lapangan Banteng, Pasar Baru," kata Ipung.
Ipung mengimbau pengguna kendaraan menghindari jalur protokol siang ini.
"Imbauan untuk masyarakat pulang kerja antisipasi tidak lewat yang penutupan arus, untuk hindari kemacetan, yang penting ikuti petunjuk petugas lalin yang akan arahkan jalan," katanya.
Ipung mengatakan penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas hanya bersifat sementara atau tergantung situasi.
"Situasional sampai kondisi aman," katanya.
Ipung mengatakan polisi sudah sosialisasi sebelum dilakukan rekayasa lalu lintas.
"Arus lalin di sekitar lokasi biasa aja karena udah ada info sebelumnya juga udah siap-siap supaya nggak kejebak kepadatan," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Pengamanan Diperketat! 5.369 Aparat Gabungan TNI-Polri Kawal Aksi Demo di DPR Hari Ini
-
Update Harga BBM September 2025 Mulai Pertamina, Shell, Vivo dan BP: Siapa yang Paling Murah?
-
Agenda Aksi Demo 1 September 2025 di Jakarta Ada di 7 Titik Krusial, dari DPR hingga Monas
-
Harga BBM Pertamina Turun per 1 September 2025, 3 Jenis BBM Ini Makin Murah
-
Sejarah Hari Polwan 1 September, Ketahui Asal Usul Polisi Wanita hingga Polwan Pertama
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK