- Jakarta Pusat Jadi Episentrum Aksi
- Tuntutan Beragam dari HAM hingga Korupsi
- Imbauan Hindari Titik Demo
Suara.com - Ibu Kota Jakarta bersiap menghadapi potensi aksi demonstrasi pada hari Senin, 1 September 2025 hari ini. Sejumlah elemen masyarakat, yang didominasi oleh aliansi mahasiswa dan berbagai organisasi, dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa serentak di tujuh lokasi strategis yang tersebar di Jakarta Pusat.
Bagi Anda yang beraktivitas di Jakarta, terutama para pekerja dan pengguna jalan, sangat penting untuk mengetahui titik-titik aksi ini agar dapat mencari rute alternatif dan menghindari kemacetan parah.
Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat telah mengonfirmasi penerimaan pemberitahuan terkait seluruh kegiatan demonstrasi ini.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, memastikan bahwa aksi-aksi tersebut telah melalui prosedur yang ditetapkan dan akan berada dalam pengawasan aparat keamanan.
“Aksi dilaksanakan sesuai dengan pemberitahuan,” ujar Ruslan dikutip, Senin (1/9/2025).
Gelombang protes ini membawa beragam isu krusial, mulai dari tuntutan penegakan hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, hingga evaluasi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat. Para demonstran akan menyuarakan aspirasi mereka di depan gedung-gedung pemerintahan dan kantor lembaga negara, menjadikannya pusat perhatian publik dan media sepanjang hari.
Rincian Lengkap 7 Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
Untuk membantu Anda merencanakan perjalanan, berikut adalah rincian tujuh titik lokasi unjuk rasa yang perlu diwaspadai di Jakarta Pusat, mencakup kawasan vital seperti Tanah Abang, Gambir, Senen, Menteng, hingga Sawah Besar:
1. Depan Gedung DPR/MPR RI (Tanah Abang)
Kawasan parlemen akan menjadi salah satu fokus utama. Aliansi BEM Tangerang Selatan dengan estimasi massa sekitar 50 orang akan menyuarakan serangkaian tuntutan penting, termasuk penyelesaian tuntas kasus pelanggaran HAM 1998, desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, penolakan terhadap RUU KUHAP, serta penolakan atas sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang kontroversial.
Baca Juga: KontraS Buka Posko Online untuk Pencarian Orang Hilang Pasca Demo 25-31 Agustus
2. Depan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Gambir)
Aksi tunggal akan dilakukan oleh seorang mantan dosen dari Universitas Muhammadiyah Madiun. Agenda utamanya adalah menuntut keadilan dan keberpihakan tim audit Itjen Kemendikbudristek terkait kasus dugaan ijazah ilegal yang terjadi pada tahun 2022.
3. Kantor Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Gambir
Masih di sektor pendidikan, Koalisi Mahasiswa Nusantara (Kamnas) akan menggelar aksi untuk mendesak pengusutan tuntas dugaan praktik korupsi dalam distribusi anggaran beasiswa pendidikan yang dikelola oleh Puslapdik.
4. Kawasan Silang Monas (Gambir)
Monumen Nasional akan menjadi titik kumpul dua kelompok massa besar. Pertama, Lembaga Bantuan Hukum DPD KNPI DKI Jakarta bersama sekitar 200 peserta akan menuntut keadilan atas kasus kematian seorang pengemudi ojek online yang tragisnya terlindas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Kedua, Pengurus Pusat PMKRI dengan sekitar 30 peserta akan membawa tuntutan politik yang lebih tajam, yaitu pencopotan Kapolri, penghentian program makan bergizi gratis, serta pencopotan sejumlah menteri dan wakil menteri yang merangkap jabatan.
5. Depan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang (Senen)
Sebagai respons atas insiden yang melibatkan kendaraan taktis Brimob, kelompok yang menamakan diri Bangun Indonesia Maju akan berunjuk rasa. Dengan massa sekitar 30 orang, mereka menyoroti dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh anggota Brimob terhadap pengemudi ojek online.
6. Kantor DPP Partai Nasdem (Menteng)
Isu korupsi juga menjadi pemicu aksi. Komunitas Pemantau Korupsi akan mendatangi kantor pusat Partai Nasdem untuk menuntut agar kader mereka, Amelia Anggraini, segera diperiksa terkait dugaan korupsi dalam program pengadaan biskuit untuk balita dan ibu hamil.
Berita Terkait
-
KontraS Buka Posko Online untuk Pencarian Orang Hilang Pasca Demo 25-31 Agustus
-
"Netral Itu Pilihan Aman?": Ironi Sikap Diam di Tengah Krisis Demokrasi
-
Mako Brimob Gegana Dibakar: 5 Pelaku Ditangkap, 2 di Antaranya Wanita!
-
Alternatif Akses CCTV Jogja untuk Pantau Langsung Situasi Demo
-
Membungkam Suara di Balik Layar: Sensor Digital saat Demo Memanas
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Pansel Ombudsman Klaim Tak Temukan Indikasi Korupsi Hery Susanto Saat Seleksi
-
Status Tersangka Rismon di Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Resmi Dicabut!
-
Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika
-
Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo
-
Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus
-
4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia
-
Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi
-
Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai
-
Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional
-
Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?