Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan menilai demonstrasi buruh di Ibu Kota Jakarta sepanjang hari ini berjalan damai. Dia mengapresiasi para buruh yang tetap menjaga ketertiban.
"Saya melihat demo berjalan dengan baik dan matang, itu adalah hak demokrasi buruh untuk mengingatkan pemerintah manakala pemerintah mungkin lupa terhadap kewajibannya," kata Luhut usai melakukan pertemuan dengan perwakilan buruh di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015).
Luhut menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo akan memperhatikan nasib buruh.
"Presiden sangat concern terhadap kesejahteraan rakyatnya, termasuk buruh. Tadi pagi saya lapor pada presiden dan beliau memberikan salam hangat pada semua buruh," kata Luhut.
Luhut mengatakan demonstrasi merupakan proses membangun demokrasi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden