Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya, di kabupaten Ogan Ilir, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2015)
"Progresnya luar biasa, sudah 8,5 km yang selesai mengingat dulunya ini bekas rawa, pengerjaannya sangat rumit, bahkan harus melakukan penimbunan tanah setebal tiga meter," ujar Presiden Jokowi seperti dikutip Antara.
Diperkirakan ruas jalan tol sepanjang 22 km tersebut akan selesai akhir 2017 atau awal 2018.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi progres pembangunan jalan tol tersebut yang dinilai sangat cepat mengingat "ground breaking" proyek jalan tol tersebut dilaksanakan pada 30 April 2015.
"Prosesnya sangat cepat sekali untuk konstruksi yang 'start'nya sebulan setelah ground breaking karena ada persiapan yang harus dilakukan," ujar Presiden Jokowi.
Saat meninjau pembangunan jalan tol tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.
Selain meninjau pembangunan tol Trans Sumatera Presiden juga akan meninjau penanganan kebakaran hutan di Palembang.
Sesuai rencana, Presiden akan mengunjungi Dusun Sungai Geronggang, Kecamatan Pedamaran, dan Desa Sungai Batang air, kecamatan Pangkalan Legam, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Badrodin Haiti, Kepala KSP Teten Masduki, Kepala BNPB Syamsul Maarif, dan Sekretraris Jenderal Kementerian LH dan Kehutanan Bambang Hendroyono.
Berita Terkait
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Sespri Prabowo Rizky Irmansyah Jadi Sorotan
-
Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT