Suara.com - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Sylvana Ratina menyatakan, kebakaran hutan di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, telah membakar kawasan tanaman edelweis.
"Tanaman yang terbakar banyak, termasuk edelweis juga ikut terbakar," kata Sylvana saat meninjau lokasi penangkaran elang di Kamojang, Garut, Selasa (8/9/2015).
Ia menuturkan, edelweis merupakan tanaman yang memiliki daya tarik di kawasan Gunung Papandayan tersebut.
Pihaknya, lanjut dia, mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman api di tengah hutan sehingga api terus menjalar ke kawasan lahan edelweis.
"Luas lahan edelweis yang terbakar belum diketahui, pokoknya terbakar," katanya.
Terkait jenis tanaman lain yang terbakar, kata dia, belum dapat diketahui semuanya, pihaknya sementara fokus pada proses pemadaman api agar tidak terus meluas.
Hingga menjelang Selasa sore, kata dia, kebakaran hutan di Papandayan sudah mencapai 130 hektare lebih.
"Sampai sore ini saya mendapat laporan sudah 130 hektare yang terbakar di kawasan Tegal Alun dan Cileley," katanya.
Ia menegaskan, BKSDA telah berupaya melakukan pemadaman dengan menerjunkan 150 petugas disebar ke sejumlah titik api.
Pihaknya melakukan pemadaman dengan cara manual yaitu memukul-mukul api agar tidak menjalar ke tanaman lainnya.
"Medannya sangat berat, kita berupaya pemadamannya manual saja, dengan dipukul-pukul, kemudian membuat sekat agar tidak meluas," katanya.
Ia menambahkan, selama musim kemarau telah terjadi kebakaran di empat hutan yakni Gunung Burangrang di Kabupaten Bandung Barat, Gunung Guntur di Garut, dan Kareumbi di Kabupaten Sumedang.
Penyebab kebakaran hutan itu, kata dia, belum dapat diketahui secara pasti, jajarannya masih melakukan penyelidikan.
"Kita belum tahu, masih dalam tahap penyelidikan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK
-
Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus
-
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral