Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih mendalami kasus dugaan suap anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin terkait persetujuan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Musi Banyuasin Pahri Ahzari tahun 2014 dan pembahasan APBD Perubahan Tahun 2015.
Setelah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPRD dari Partai Gerindra bernama Aidil Fitri, KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi untuk tersangka Pahri Azhari, mereka adalah Acang, Yeni, dan Herman. Ketiga saksi merupakan pegawai swasta.
"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PA," kata Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, Rabu (9/9/2015).
Sejak ditetapkan menjadi tersangka, Pahri Azhari dan istrinya, Lucianty, belum ditahan KPK.
Awal kasus ini terkuak, KPK menangkap empat orang dalam operasi tangkap tangan. Mereka adalah anggota DPRD asal PDI Perjuangan Bambang Karyanto; anggota DPRD asal Partai Gerinda Adam Munandar; Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Syamsudin Fei, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Fasyar.
KPK menemukan uang tunai sekitar Rp2,567 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas berwarna merah. Uang tersebut diduga merupakan uang suap terkait perubahan APBD tahun 2015.
Pemberian uang tersebut disinyalir bukanlah yang pertama kalinya.
Setelah dikembangkan, KPK kembali menetapkan enam tersangka lainnya, yakni Pahri Ahzari dan istri yang menjabat sebagai anggota DPRD Sumatera Selatan.
KPK juga menetapkan Ketua DPRD Riamon Iskandar, Wakil Ketua DPRD Darwin A. H., Islan Hanura, dan Aidil Fitri menjadi tersangka.
Setelah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPRD dari Partai Gerindra bernama Aidil Fitri, KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi untuk tersangka Pahri Azhari, mereka adalah Acang, Yeni, dan Herman. Ketiga saksi merupakan pegawai swasta.
"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PA," kata Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, Rabu (9/9/2015).
Sejak ditetapkan menjadi tersangka, Pahri Azhari dan istrinya, Lucianty, belum ditahan KPK.
Awal kasus ini terkuak, KPK menangkap empat orang dalam operasi tangkap tangan. Mereka adalah anggota DPRD asal PDI Perjuangan Bambang Karyanto; anggota DPRD asal Partai Gerinda Adam Munandar; Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Syamsudin Fei, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Fasyar.
KPK menemukan uang tunai sekitar Rp2,567 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas berwarna merah. Uang tersebut diduga merupakan uang suap terkait perubahan APBD tahun 2015.
Pemberian uang tersebut disinyalir bukanlah yang pertama kalinya.
Setelah dikembangkan, KPK kembali menetapkan enam tersangka lainnya, yakni Pahri Ahzari dan istri yang menjabat sebagai anggota DPRD Sumatera Selatan.
KPK juga menetapkan Ketua DPRD Riamon Iskandar, Wakil Ketua DPRD Darwin A. H., Islan Hanura, dan Aidil Fitri menjadi tersangka.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi