Suara.com - Pemilik nama terpendek di Yogyakarta, Y, ternyata termasuk golongan anak berprestasi di sekolahnya, SMK 2 Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Y ini termasuk berprestasi, dia selalu masuk 10 besar di kelasnya, selain itu dia juga termasuk anak yang rajin," kata Sudi Raharjo, Guru Bimbingan Konseling SMK 2 Daerah Istimewa Yogyakarta.
Murid kelahiran 7 Desember 1997 ini yang mengambil jurusan multimedia kelas 12, kata Sudi, merupakan salah satu murid yang menggunakan Kartu Menuju Sejahtera.
Sudi menambahkan Y merupakan anak yang pendiam. Meski begitu, dia banyak teman.
"Dia lumayan banyak dikenal di sekolah ini, mungkin karena namanya yang pendek jadi teman - temannya pada banyak yang tahu, selain itu Y anaknya juga dikenal sebagai anak yang pendiam, tidak banyak bicara, tapi kalau sudah diajak bicara ya cukup banyak juga bicaranya," kata Sudi.
Sudi bercerita ketika dulu Y mendaftar sekolah. Waktu itu, pengelola sekolah sampai memanggil orangtua Y untuk memastikan apakah betul namanya hanya satu huruf.
"Kebetulan dulu pas dia daftar saya panitia penerimaan siswa baru, pas saya liat berkasnya dia, yang saya panggil bukan Y, tapi ibunya, pas itu saya tanya langsung apa benar anak ini namanya hanya Y, dan untuk membuktikannya saya minta Ibu nya untuk membawa akte lahir, kartu keluarga dan beberapa dokumen milik Y dan ternyata benar anak ini namanya hanya Y," ujar Sudi.
Y mengakui nama pemberian orangtuanya tergolong tak lazim.
Ketika belakangan ini ramai media memberitakan nama-nama unik di Indonesia, misalnya Tuhan, Syaitan, dan lain-lain, Y sudah merasa akan jadi pembicaraan juga.
"Ya waktu lihat berita soal nama - nama unik itu saya sudah ngerasa wah jangan - jangan habis ini saya yang kena ya karena nama saya," kata Y.
Benar, beberapa hari terakhir Y jadi bahan berita.
Walau namanya tak lazim, Y mengatakan tidak akan pernah minta mengganti nama. Dia bangga dengan namanya. (Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi