Suara.com - Jamaah calon haji Indonesia meminta agar para petugas kesehatan lebih proaktif memantau kondisi jamaah terutama yang berisiko tinggi dan memberikan pelayanan lebih baik sehingga bisa menekan angka jamaah sakit atau meninggal di luar sarana kesehatan.
Hal itu disampaikan jamaah yang menginap di pemondokan nomor 801, Hotel Al Jawhara, di wilayah Jarwal, Mekkah, Minggu, ketika 12 Amirul Hajj mengunjungi penginapan terbesar itu.
"Masukan (jamaah) itu konstruktif dan bagus, bagaimana tim kesehatan bisa lebih proaktif memantau kondisi jamaahnya," ujar Ketua Amirul Hajj Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai meninjau pemondokan dengan kapasitas 21.600 orang itu.
Apalagi, lanjut dia, pemondokan yang besar tentu membutuhkan layanan kesehatan yang bisa menjangkau lebih banyak jamaah.
Tim kesehatan pada PPIH tahun ini, diakuinya telah membuat klinik satelit kloter (kelompok terbang) sebagai perantara bagi jamaah yang sakit sebelum dirujuk Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) yang ada di Mekkah.
Dengan adanya klinik kloter dan sektor diharapkan jamaah yang sakit bisa ditangani lebih awal. Namun layanan kesehatan memang harus diperluas mengingat tahun ini banyak sekali jamaah masuk kategori berisiko tinggi (Risti).
Sebelumnya Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah PPIH 1436H/2015 dr Thafsin Alfarizi mengakui tahun ini jamaah Risti lebih banyak dari perkiraannya, yaitu dari sekitar 88.000 orang menjadi di atas 100 ribu orang.
Puas Lebih jauh Lukman Hakim Saifuddin sebagai Ketua Amirul Hajj, mengatakan sebagian besar jamaah di pemondokan yang terdiri dari lima menara itu merasa puas dengan kondisi kamar hotel dan kualitas katering.
"Mereka merasa nyaman, apalagi jarak dari sini ke Masjidil Haram bisa berjalan kaki," katanya.
Oleh karena itu, ia mengatakan akan menyewa kembali penginapan tersebut. "Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan (sewa) tempat ini tahun depan," ujarnya.
Bangunan yang luas dengan daya tampung jamaah yang besar, kata dia, juga akan dijadikan model untuk pemondokan haji di Mekkah pada tahun depan guna menjaga kualitas layanan.
Pada kesempatan itu, juga diakuinya, jamaah meminta agar layanan katering di Mekkah ditambah seperti di Madinah, yaitu dua kali makan dan satu kali makanan ringan.
"Hampir sebagian besar jamaah minta katering di tambah tidak hanya sehari," kata Lukman Hakim Saifuddin.
Tahun ini untuk pertama kalinya pemerintah cq Kemenag (PPIH) memberikan layanan katering makan siang kepada jamaah di Mekkah selama 15 kali, dengan menu nasi dan dua lauk pauk, serta sayuran, buah-buahan, serta dua botol air minum. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek
-
Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen
-
Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif
-
JPMorgan: BBRI Layak Overweight, Kualitas Aset Terus Membaik