Seorang pilot Air France, Selasa (15/9/2015) pagi melihat benda putih mengambang di perairan Pulau Reunion, di mana sayap bagian dari Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 ditemukan pada bulan Juli.
Dalam pernyataannya, perusahaan penerbangan Perancis itu menyebut sang pilot yang sedang dalam penerbangan dari Paris ke pulau Reunion melihat objek itu saat terbang di ketinggian 3.000 meter (9.800 kaki).
Atas laporan ini, pemerintah setempat telah memerintahkan sebuah kapal untuk mengarah ke koordinat yang terletak sekitar 70 kilometer (45 mil) dari pulau Reunion, daerah di mana objek tak dikenal itu terlihat. Sebuah pesawat militer juga dikerahkan untuk memantau zona itu.
Tetapi menurut pihak berwenang Reunion, kapal yang dialihkan ke daerah yang ditunjukkan oleh pilot tidak menemukan apa-apa.
Pesawat MH370 dengan 239 orang di dalamnya hilang pada tanggal 8 Maret 2014, saat dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing, Cina.
Hilangnya pesawat Boeing 777 ini menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia. Pencarian besar-besaran di Samudera Hindia berdasarkan data satelit sempat dilakukan, tapi tidak membuahkan hasil.
Hingga kemudian akhir Juli lalu, seorang warga pulau Reunion menemukan kepingan sepanjang dua meter yang dipastikan sebagai bagian sayap (flaperon) terdampar di pantai.
Setelah menjalani pengujian oleh para ahli penerbangan, yang dikonfirmasi itu bagian dari Boeing 777 yang naas itu. Sejak itu, muncul sejumlah laporan penampakan benda yang dipercaya sebagai bagian pesawat, meski belum ada bukti nyata. (asiaone.com)
Tag
Berita Terkait
-
Satu Dekade Berlalu, Malaysia Kembali Cari Pesawat MH370 yang Hilang Misterius
-
Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370
-
Sinopsis MH370: The Plane That Disappeared, Tayang di Netflix
-
Netflix Ungkap Misteri Besar Hilangnya MH370 dalam Sebuah Dokumenter
-
Temuan Puing MH370 Kuatkan Indikasi Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!
-
Macet Parah di RE Martadinata, Sebagian Rute Transjakarta 10H Dialihkan via JIS
-
Komisi II DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua
-
Ketua Banggar DPR Bela Pencalonan Thomas Djiwandono: Ini Soal Kemampuan, Bukan Nepotisme
-
Jaga Independensi BI, Thomas Djiwandono Tunjukkan Surat Mundur Dari Gerindra
-
Geger! Anggota Komcad TNI Jual Senpi Ilegal SIG Sauer di Bali, Terbongkar Modusnya
-
7 Hal Penting Terkait Dicopotnya Dezi Setiapermana dari Jabatan Kajari Magetan
-
Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang
-
Diperiksa 8 Jam Soal Kasus Korupsi Haji, Eks Stafsus Menag Irit Bicara