Bakal Calon Wali Kota Surabaya petahana Tri Rismaharini mengakui dirinya tidak takut jika diserang dengan kampanye hitam menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2015.
"Dahulu (Pilkada Surabaya 2010) pun sudah banyak kampanye negatif, tapi kalau Tuhan sudah menakdirkan menang, mau gimana lagi," katanya di sela mengikuti rapat koordinasi bersama Tim Kampanye Risma-Whisnu di salah satu hotel di Surabaya, Minggu (20/9/2015).
Risma mengatakan saat dirinya maju sebagai cawali di Pilkada Surabaya 2010 bersama cawawali Bambang Dwi Hartono, banyak sekali serangan dari sana-sini. "Bahkan saya mau dijebak," ujarnya.
Saat ditanya apakah dirinya masih perlu kampanye mengingat sebagai calon petahana sudah banyak berkiprah di Surabaya, Risma mengatakan kampanye tetap diperlukan.
Meski popularitasnya sudah tinggi, tapi Risma tidak mau meremehkan lawannya yang diusung PAN dan Demokrat yakni Rasiyo-Lucy.
"Kampanye yo perlu rek. Ada-ada saja," katanya.
Mengenai strategi pemenangan, Risma menyerahkan sepenuhnya kepada kepada tim suksesnya. "Tim sukses sudah merencanakan dengan baik. Tim sukses yang tahu pemetaannya," ujarnya.
Adapun pesan yang akan disampaikan Risma kepada penjabat Wali Kota Surabaya pada saat dirinya mengakhiri masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya pada 28 September 2015 akan disampaikan kepada wartawan dalam waktu dekat.
"Nanti saya dan mas Whisnu akan sampaikan apa saja yang belum saya kerjakan di Kota Surabaya ini. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat Surabaya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Pasangan Risma-Whisnu Syaifudin Zuhri mengatakan rapat koordinasi kali ini adalah rapat membahas persiapan pemenangan lanjutan yang akan dikondisikan dimulai dari tingkat Rukun Warga (RW) sampai tingkat pusat.
"Ini juga untuk membahas bagaimana strategi pemenangan," katanya.
Hal sama juga dikatakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono. Hingga saat ini, pihaknya masih berpikiran positif tahapan pilkada berjalan lancar.
"Pada tanggal 24 September akan dilakukan penetapan calon secara lancar begitu juga pada 25 September pengambilan nomor. Rapat koordinasi hari ini mengonsolidasikan kekuatan dari tingkat bawah RW sampai atas," ujarnya.
Juru Bicara Tim Pemenangan Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono, mengatakan salah satu strategi yang akan dilakukan adalah memanfaatkan kepopuleran Wali Kota perempuan pertama di Surabaya yakni Risma dan Wakilnya Whisnu sebagai "senjata" untuk melawan pasangan mantan Sekdaprov Jatim Rasiyo dan mantan Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Lucy Kurniasari.
"Kita akan manfaatkan kepopuleran Risma-Whisnu untuk menjadi senjata yang paling ampuh dalam pemenangan kali ini," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat
-
Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan
-
Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam
-
Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!