Suara.com - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya menghadirkan pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap di kecamatan untuk memudahkan masyarakat mengurus legalitas dokumen kendaraan.
"Kita membuat inovasi pelayanan samsat di kecamatan guna mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat," kata Kepala Unit Samsat Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi Muhammad Ardila Amry melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (23/9/2015).
Amry menuturkan Polda Metro Jaya hadir melayani masyarakat di tingkat kecamatan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-60 Ditlantas. Amry mengungkapkan konsep samsat kecamatan berlatar belakang agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas.
Keberadaan samsat di kecamatan, menurut Amry dapat memangkas jarak masyarakat yang berdomilisi jauh dari Kantor Samsat untuk membayar pajak kendaraan.
"Dan salah satu cara mengurangi antrean masyarakat yang datang ke Kantor Samsat," tutur perwira pertama kepolisian itu.
Amry menyebutkan petugas samsat di kecamatan dapat melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor atau pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) setiap tahun.
Untuk tahap pertama, Amry mengungkapkan wilayah yang akan dijadikan proyek percontohan samsat kecamatan yakni Jakarta Barat di Kantor Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Pusat (Kemayoran), Jakarta Utara (Penjaringan), Jakarta Selatan (Pasar Minggu) dan Jakarta Timur (Pulogadung).
Amry memastikan kegiatan samsat kecamatan tersebut mendapatkan dukungan dari pihak yang berkepentingan (stakeholder) bidang lalu lintas seperti Dispenda DKI Jakarta, PT Jasa Raharja, dan Bank DKI Jakarta.
Pembukaan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di tingkat kecamatan ini sebelumnya sudah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pada 18 September lalu. Ahok, sapaan akrab Basuki, menargetkan seluruh kecamatan di Ibu Kota akan bisa melayani pembayaran pajak kendaraan pada akhir 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas