Suara.com - Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub berharap kapolres Lumajang dan kapolda Jawa Timur bertanggungjawab atas kasus pembunuhan terhadap Salim Kancil. Salim Kancil merupakan seorang petani yang dibunuh massa karena menolak keberadaan tambang pasir ilegal di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Kita harap kapolres dan kapolda bertanggung jawab dan kita minta kapolri dievaluasi, harus ada pencopotan," kata Ayub di gedung DPR, Kamis (1/10/2015).
Anggota Fraksi PAN mengatakan kunjungan Komisi III DPR ke Lumajang besok, Jumat (11/1/2015), sekaligus untuk mempertanyakan mengapa pembunuhan keji yang menimpa Salim Kancil sampai bisa terjadi.
"Kita akan pertanyakan mereka mengapa sampai terjadi kejadian ini, ini lebih kejam daripada PKI melakukan pembunuhan pada dua orang ini," katanya.
Menurut Ayub pembunuhan tersebut masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia berat. Pelaku dan dalang pembunuhan, katanya, tidak bisa dimaafkan.
"Jadi kapolri harus evaluasi bawahannya yang tidak jeli pada kasus ini," katanya.
Salah satu agenda kunjungan Komisi III ke Lumajang ialah bertemu dengan instansi terkait.
"Besok kita akan berangkat dan rapat dengan instansi terkait kalau memang ada indikasi pembiaran oleh oknum kepolisian atau polisi terhadap pembunuhan yang dilakukan orang tak bertanggungjawab," katanya.
Kasus pembunuhan terjadi pada Sabtu (26/9/2015). Ketika itu Salim Kancil dianiaya bersama warga lain bernama Tosan.
Salim Kancil meninggal dunia, sementara Tosan mengalami luka parah. Kedua korban kekerasan tersebut dikenal sebagai warga penolak tambang pasir di pesisir Pantai Watu Pecak dan keduanya dianiaya di tempat terpisah oleh puluhan orang suruhan. [Nur Habibie]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek
-
Bela Nasib Karyawan Malah Dipukul, Polisi Ciduk 2 Pelaku Penganiaya Waketum PSI Bro Ron
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Putus Rantai Tawuran, Pemkot Jaksel Bangun Gelanggang Olahraga di Manggarai
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
-
Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya
-
KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa
-
Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat