Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah isu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun pemakaman mewah di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
"Nggak juga (bangun pemakaman mewah). Kita sudah tetap sepakat ini dalam perda makam itu paling mahal Rp100 ribu bayar retribusi untuk tiga tahun yang kelas I, yang kelas II Rp60 ribu, kelas III Rp40 ribu. Nggak ada niat kami mengubah itu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/10/2015).
Ahok memastikan pemerintah tetap menaati Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2006 tentang Retribusi Daerah Pasal 11 tentang sewa tanah makam.
"Kenapa kami nggak menggratiskan sih? Ini dalam rangka supaya kita bisa ketahui siapa yang masih punya keluarga siapa yang nggak. Jadi kalau kita bilang digratiskan nanti satu hari dia gugat," Ahok menambahkan.
Ahok menambahkan uang retribusi bisa menjadi salah satu cara agar warga tetap memperhatikan makam anggota keluarga.
"Kalau ini kan jelas sebulan dua bulan kalau dia nggak bayar selama 3 tahun, kita bisa pakai lokasinya untuk ngurusin orang lain. Jadi makanya kita nggak ada niat bikin yang mewah segala macam itu (walaupun dari) swasta," kata Ahok.
Tag
Berita Terkait
-
Prosesi Pemakaman Viral, Pelayat Disuguhkan Aksi Penari Berpakaian Minim
-
Biar Nggak Mubazir, Ayah Vidi Aldiano Ungkap Bakal Bagikan Baju Almarhum Putranya
-
Buka Lahan Pemakaman Baru, Pemkot Jakbar Relokasi 128 KK
-
"Vidi Tetap Hidup": Cara Fans Rayakan Ulang Tahun sang Idola dengan Doa dan Aksi Sosial
-
Suasana Haru Selimuti Peringatan Hari Ulang Tahun Vidi Aldiano di Makam
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion
-
Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel
-
Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo
-
Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban
-
Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba