Suara.com - Kualitas udara di Kota Palembang mencapai 894 mikrogram/m3 atau pada level berbahaya bagi kesehatan manusia akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah daerah dalam Provinsi Sumatera Selatan.
Berdasarkan rekaman alat pemantau partikular meter PM 10 di Stasiun Klimatologi Kenten Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel, Selasa (6/10/2015), kualitas udara di Palembang sudah berada di atas ambang berbahaya 350 mikrogram/m3, kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama di Palembang.
Indra Purnama mengatakan, bahwa kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten, Sumsel, terus terjadi sehingga menimbulkan kabut asap yang pekat dan mengakibatkan kualitas udara beberapa hari terakhir berada di atas ambang baku mutu dan level berbahaya.
Dia menjelaskan kategori kualitas udara 0--50 mikrogram/m3 baik, kemudian pada level 50--150 mikrogram/m3 sedang, 150--250 mikrogram/m3 tidak sehat, 250--350 mikrogram/m3 sangat tidak sehat, dan pada level lebih dari 350 mikrogram/m3 berbahaya.
Melihat kondisi kualitas udara di Kota Palembang berada pada level berbahaya, Indra mengimbau masyarakat di Bumi Srwijaya itu agar mengurangi aktivitas di luar rumah/ruangan dan menggunakan masker agar mencegah terhirup udara kotor yang berasap dan terdapat abu sisa kebakaran hutan dan lahan secara langsung.
Dengan melakukan berbagai tindakan antisipasi itu, dia berharap masyarakat dapat terhindar dari penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit lainnya akibat kualitas udara yang buruk sekarang ini.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Merdeka Palembang dr. Desty Alsen mengatakan bahwa hingga Oktober ini terdapat ribuan warga kota ini terserang penyakit ISPA karena tidak kuat menghirup udara yang tercemar polusi asap dari kebakaran hutan dan lahan.
Dalam dua bulan terakhir, pihaknya telah melayani ribuan warga yang mengeluhkan mengalami gangguan penyakit ISPA dan batuk akibat alergi asap.
"Dalam dua bulan terakhir, setiap hari lebih dari 20 orang yang berobat di puskesmas ini mengeluhkan gangguan pada saluran pernapasannya dan batuk-batuk. Oleh karena itu, diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," kata dr. Desty. (Antara)
Berita Terkait
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang
-
Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?
-
Mengapa Asap Kebakaran Permukiman Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Meski Api Sudah Padam?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami