Suara.com - Kantor Kepolisian Sektor (Mapolsek) Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong Bengkulu diduga dibakar massa seusai mengamankan dua tersangka pelaku judi.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Provinsi Bengkulu mewakili Kapolda, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sudarno, di Bengkulu, Kamis, mengatakan kejadian terjadi Rabu (7/10/2015) sekitar pukul 22.00 waktu Indonesia barat (WIB).
"Dugaan sementara dibakar massa karena tidak puas dari penangkapan tersangka judi," kata dia.
Lokasi kejadian berada sekitar 120 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Bengkulu, atau jika melalui perjalanan darat membutuhkan waktu tempuh sekitar 2,5 jam perjalanan.
Saat kejadian, polsek dijaga oleh anggota kepolisian, namun akibat kalah jumlah dengan massa yang melakukan aksi protes di depan kantor, tindakan anarkis tak bisa dibendung.
"Kapolsek beserta anggota, berada di kantor usai penangkapan malam tadi," katanya.
Saat ini Kapolda Bengkulu Brigjen Pol M Ghufron sedang berada di tempat kejadian perkara melihat situasi terkini usai pembakaran.
Oleh karena kejadian tersebut, kepolisian menangung kerugian, kantor dan satu mobil patroli hangus terbakar. Belum diketahui jumlah total kerugian akibat tindakan anarkis itu.
Pascakebakaran, Sudarno meminta masyarakat agar tidak main hakim sendiri karena setiap tindakan anarkis sejatinya merugikan masyarakat.
"Seperti kepolisian, merupakan pusat pelayanan masyarakat, kantor dibangun dari uang rakyat. Kalau dibakar merugikan masyarakat sendiri dan pelayanan menjadi terganggu," ujarnya. (Antara)
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu