- Presiden Prabowo mengevaluasi pelaksanaan haji 2026 bersama kementerian dan Komisi VIII di Hambalang pada Rabu, 17 Juni 2026.
- Pemerintah menargetkan perbaikan layanan visa, fasilitas penginapan, serta pembangunan Kampung Haji guna meningkatkan pelayanan dan menekan biaya haji.
- Pemerintah berupaya menekan angka kematian jemaah melalui pengecekan kesehatan ketat serta melakukan kontrak layanan multi-years dengan pihak vendor.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Evaluasi dilakukan dalam rapat bersama Komisi VIII dan kementerian terkait di Hambalang, Bogor, sore ini.
"Kami hari ini menghadap Bapak Presiden terkait dengan evaluasi," kata Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf usai rapat di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Rabu (17/6/2026).
Irfan menyampaikan pihaknya melaporkan beberapa poin perihal pelaksanaan haji 2026, baik yang mendapat nilai positif maupun beberapa hal lain yang masih perlu penyempurnaan.
"Banyak catatan transformasi itu pertama tentu percepatan penerbitan visa. Visa harus terbit sekitar pertengahan Ramadan. Ini hal yang sangat-sangat luar biasa," kata Irfan.
Dia bilang, Nusuk yang dibagikan di tanah air mencegah jemaah terpisah dari keluarga.
Hal lain yang dapat dicegah, kata Irfan adalah perihal jemaah yang tercecer. Ia mengaku hal tersebut tidak terjadi.
"Kemudian yang berikutnya lagi adalah... ah ya, kita walaupun tahun ini masih paket D, tapi sebenarnya itu lebih dari D. Itu lebih dari menuju paket C sebetulnya. Kemudian yang lainnya lagi kita sudah mulai melakukan kontrak-kontrak ini multi-years untuk bisa memastikan layanan harus baik dan bisa menjadikan jaminan bagi pihak vendor untuk bisa memberikan layanan terbaik dan kita juga bisa mendapatkan harga yang lebih baik lagi," tutur Irfan.
Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi turut menjadi pembahasan dalam evaluasi yang dilaksankan.
Prabowo menekankan pembangunan Kampung Haji merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji sekaligus untuk menekan biaya haji.
Baca Juga: Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!
Berkaitan target penurunan ongkos haji tahun depan, Irfan menyampaikan hal tersebut akan dibahas bersama DPR.
"Nanti akan dibahas lagi. Kita akan bahas dengan DPR walaupun kita tahu tantangan tahun ini luar biasa, terutama nilai tukar, kemudian kenaikan avtur, kemudian situasi global yang masih belum belum jelas. Kemudian pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya. Ini juga nanti akan kita bicarakan dengan teman-teman DPR," kata Irfan.
Upaya menekan angka kematian jemaah haji di Tanah Suci juga dbahas. Irfan menekankan pentingnya pengecekan kesehatan calon jemaah sebelum berangkat.
"Kita awali dengan situasi kesehatan yang benar-benar serius di awal sebelum pelunasan dan kemudian sebelum pemberangkatan kita periksa lagi dan alhamdulillah bisa menekan jumlah kematian walaupun itu belum memuaskan. kita cari-cari policy yang bisa lebih menekan itu," kata Irfan.
Menanggapi laporan pelaksanaan haji tahun ini, Prabowo menyampaikan sejumlah masukan agar pelaksanaan ibadah haji mendatang lebih baik.
"Banyak, Bapak Presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti. Termasuk bagaimana makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini, lebih baru lagi. Kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih ditata lebih baik lagi," beber.
Berita Terkait
-
Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!
-
Era Jokowi 'Main Halus', Zaman Prabowo 'Lebih Keras': Pakar Kuliti Bedanya
-
KPK Cecar Eks Stafsus Yaqut Soal Aliran Duit USD 1 Juta ke Pansus Haji DPR
-
Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Terima Laporan soal Haji hingga Pendidikan
-
Dana Pribadi Prabowo untuk Urusan Negara: Indonesia Demokrasi atau Monarki?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
Murid Sekolah Rakyat Lampaui Target, Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran hingga Rp8 Triliun
-
Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar untuk Kementerian HAM, DPR Hanya Setujui Rp224,9 Miliar
-
Siapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Cemas, BRI Multiguna Tawarkan Pembiayaan Fleksibel
-
Kadistamhut DKI: Pungli di Pemakaman Jakarta Libatkan RT Hingga RW
-
Jaminan Sosial PRT Dinilai Masih Lemah, UU PPRT Dikhawatirkan Hanya Jadi Aturan di Atas Kertas
-
Sindikat Perdagangan Daging Kucing Digulung, Ratusan Anabul Berhasil Diselamatkan
-
Rekayasa Lalu Lintas Kalibata Kamis Pagi, Hindari Jalan Ini Mulai Pukul 08.00 WIB
-
Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!
-
Dana Pribadi Prabowo untuk Urusan Negara: Indonesia Demokrasi atau Monarki?
-
Era Jokowi 'Main Halus', Zaman Prabowo 'Lebih Keras': Pakar Kuliti Bedanya