Suara.com - Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya terus mengusut kasus pencabulan dan pembunuhan yang menyebabkan bocah berumur sembilan tahun, Putri Nur Fauziah (PNF) meninggal dunia. Meskipun hingga saat ini belum menemukan adanya indikasi keterlinatan orang lain selain Agus Dermawan, pihak penyidik Polda tetap mengusut kemungkinan ada pelaku lain dalam kasus menggenaskan tersebut.
"Indikasinya sampai saat ini belum ada, tetapi kita akan terus menyelidikinya, apakah ada keterlibatan pihak lain selain tersangka yang satu ini," kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian di Gedug Ditreskrimum Polda Metro,Sabtu(10/10/2015).
Menurutnya waktunya untuk terus melakukan penyelidikan terhadap tersangka masih sangat panjang. Waktu empat bulan menjadi waktu yang cukup panjang sehingga dapat digunakan dengan efektif dalam menemukan pelaku lain.
"Ya, kalau memang ada pelaku lain kita ungkapkan, masih ada waktu empat bulan, kan kita tahan dia empat bulan, kita akan gali terus bukti-buktinya biar kuat," kata Tito.
Untuk diketahui, dalam kasus pencabulan dan pembunuhan terhadap Anak kelas dua Sekola Dasar Negeri di bilangan Kalideres tersebut, polisi sudah menetapkan Agus Dermawan sebagai tersangka. Sebelumnya, dia juga ditetapkan tersangka dalam kasus pencabulan terhadap seorang bocah yang berinisial Y. Selain kedua kasus tersebut, Agus juga masih berpotensi menjadi tersangka lagi dalam kasus pencabulan terhadap seorang anak yang berinisial A. Hal itu, diketahui menyusul adanya pengakuam dari A saat diperiksa polisi untuk menjadi saksi dalam kasus Y.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli