Suara.com - Agustinus, bayi penderita inspeksi saluran pernafasan (ISPA) di Singkawang, Kalimantan Barat akhirnya menninggal. Bayi itu berusia 1 bulan 3 hari.
Agustinus menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (14/10/2015) sekitar pukul 21.15 WIB. Bayi mungil itu meninggal setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari di rumah sakit RSU Santo Vincentius Singkawang.
"Anak saya masuk rumah sakit sejak Senin lalu," kata Ferdinandus (29), orangtua bayi, di kediamannya Jl Gunung Bawang Nomor 42 E, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Kamis (15/10/2015).
Ferdinandus bercerita saat itu anaknya merasa kesulitan bernafas karena banyak lendir. "Lalu kami bawa ke bidan kemudian dirujuk ke rumah sakit, akhirnya anak saya diberi oksigen oleh petugas," ceritanya.
Saat berada di rumah sakit itulah, anaknya pun diberi perawatan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Santo Vincentius. "Suhu badan anak saya waktu itu naik turun dengan suhu mencapai 38,5 derajat celcius," katanya.
"Dan ketika diberi obat, suhu tubuh anak saya turun, namun setelah satu jam, suhu tubuhnya kembali panas. Tidak berapa lama anak saya sesak nafas dan diberi penguapan, kemudian wajahnya membiru, perawat mengatakan saat itu tidak apa-apa," katanya.
Selang beberapa menit kemudian, denyut jantung anaknya menjadi nol dan sempat turun naik. Sehingga kedua orang tuanya tidak mampu lagi melihat penderitaan yang dialami anaknya. Ferdinandus mengungkapkan, memang kabut asap sempat masuk ke dalam rumahnya beberapa waktu lalu.
"Kabut asap cukup pekat dan masuk ke dalam rumah. Bahkan masuk ke kamar. Dan kedua anak saya yang lain semuanya pakai masker ketika di dalam rumah," katanya.
Namun, dia tidak menyangka jika anaknya yang paling bungsu ini akhirnya terkena ISPA. Kurni, ibu korban mengaku syok dan sangat bersedih atas meninggalnya bayi kesayangannya.
"Sebelum sakit, dia kuat menyusui badan, bahkan beratnya sampai empat kilo gram. Tapi ketika sakit, dia tidak mau lagi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital
-
KPK Bantah Lindungi Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Rieke 'Oneng' Desak Negara Serius Tangani Isu Child Grooming, Singgung E-Book Aurelie Moeremans
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
BK DPR Ungkap Jantung RUU Perampasan Aset: Aset Rp 1 Miliar Bisa Disita
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?