Suara.com - Citra Satelit MODIS mendeteksi 251 "hotspot" atau titik panas di wilayah Kalimantan Timur, Selasa (13/10/2015). Titik itu memicu kebakaran hutan dan lahan di sana.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengatakan titik panas terbanyak yang terdeteksi itu terdapat di wilayah Kabupaten Paser. Jumlahnya mencapai 102 titik panas.
Kemudian Kabupaten Kutai Kartanegara 45 titik panas, 42 titik panas terpantau di Kabupaten Kutai Timur dan 32 titik panas terdeteksi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Selanjutnya, sebanyak 19 titik panas terdeteksi di wilayah Kabupaten Kutai Barat, 10 di Kabupaten Berau dan satu titik panas terpantau di Kota Bontang.
"Berdasarkan citra Satelit MODIS per 12 Oktober 2015, terpantau 251 titik panas di wilayah Kaltim," ungkap Wahyu Widhi Heranata Selasa malam.
Senin lalu citra Satelit Soumi-NPP juga mendeteksi 68 titik panas di wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara, terbanyak di Kabupaten Paser dengan 28 titik panas, kemudian di Kabupaten Kutai Kartanegara terpantau 15 titik panas, masing-masing sembilan titik panas terdeteksi di Kabupaten Kutai Timur dan Penajam Paser Utara.
Titik panas lainnya yang terpantau melalui citra Satelit Soumi-NPP tambahnya yakni, dua titik panas terdeteksi di Kabupaten Berau, satu di Kota Bontang serta satu titik panas terpantau di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.
Citra Satelit NOAA-18 juga mendeteksi sebanyak 32 titik panas di wilayah Kaltim yakni, sebanyak 17 titik panas terpantau di Kabupaten Paser, delapan di Kabupaten Kutai Barat, empat titik panas di Kabupaten Penajam Paser Utara serta masing-masing satu titik panas di Kabupaten Berau, Kutai Timur serta Kabupaten Kutai Barat.
Sementara, berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim pada Selasa (13/10), sebanyak 148 titik panas terpantau di wilayah Kaltim dan terbanyak di Kabupaten Paser dengan 67 titik, di Kutai Kartanegara sebanyak 25 titik panas, masing-masing 19 titik panas terdeteksi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Barat, sebanyak 15 titik panas di Kutai Timur serta tiga titik panas di Kabupaten Kutai Barat. (Antara)
Berita Terkait
-
Komisi II Desak Pemerintah Terbitkan Perpres Bencana Kabut Asap
-
Menkes Tak Berani Sebut Jumlah Korban Asap
-
Cara Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
-
Malaysia dan Singapura Kirim Pesawat Bantu Padamkan Kebakaran
-
12 Perusahaan Jadi TSK Pembakar Hutan, Termasuk Malaysia dan Cina
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat