Suara.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengatakan tersangka HK alias GE terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di kawasan Cakung, Jakarta, Timur, membuat gambar hasil observasi lingkungan tempat kejadian perkara sebelum melakukan pencurian.
"Tersangka melakukan observasi. Jadi, tersangka menceritakan bahwa dua hari sebelum melakukan yang bersangkutan (tersangka) menggambar. Menggambar itu mengobservasi lingkungan kemudian dia tahu rumah yang kosong yang mana," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat konferensi pers di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Jakarta, Jumat.
Terkait kejadian pembunuhan itu, ia menceritakan pada Kamis (8/10) pukul jam 11.30 WIB, korban yakni ibu dan anak pulang dari sekolah ke rumah.
Kemudian, setelah azan, dari hasil pantauan tersangka, pintu rumah korban terbuka meski pagar rumah tertutup.
"Dia (tersangka) lihat rumah itu, dia pikir kosong. Dia masuk bergerak dan saat masuk yang bersangkutan menceritakan, mengeratak (mengobrak-abrik barang) rumah," ujarnya.
Pada saat tersangka mencari-cari barang berharga di rumah korban, korban berada di dalan kamar.
"Dia (tersangka) ke dapur dulu, ia ambil pisau. Kemudian dengan pisau yang dimasukkan di celananya, ia mencari barang," ujarnya.
Karena dipergoki dan diteriaki maling oleh korban yakni sang ibu, tersangka HK alias GE panik lalu menusuk korban.
"Pada saat mencari barang korban keluar dan menjerit 'maling' diteriakin maling, kemudian pelaku panik dan menusuk korban dengan membabi buta sementara anaknya memegangi kaki dan tangan yang bersangkutan, ikut ditusuk juga," tuturnya.
Krishna mengatakan setelah melakukan pembunuhan itu, tersangka HK alias GE masih sempat mencari barang berharga namun yang ketemu hanya sebuah telepon genggam milik korban yang sedang dicas.
"Kemudian keluar dia mencuci kaki tangan dan mencuci pisau dan keluar dari rumah," ujarnya.
Setelah itu, tersangka HK alias GE menyimpan barang bukti seperti pakaian, celana dan pisau yang digunakan saat membunuh korban.
"Dua hari kemudian dia pergi ke Marunda dibuang ke laut barang buktinya. Ini yang diceritakan kepada kami dengan menggunakan sepeda motor," ujarnya.
Sebelumnya, kasus pembunuhan seorang ibu dan anak di Cakung, Jakarta Timur pada 8 Oktober 2015 berlatar belakang pencurian yakni tersangka HK alias GE membunuh karena aksinya dipergoki korban.
Tersangka HK alias GE masuk ke rumah korban untuk mencuri barang-barang berharga.
Korban yakni DP (45) dan YI (5) tinggal di Perumahan Aneka Elok RT 015/02 Nomor 13 Kelurahan Penggilingan Kecamatan Cakung Jakarta Timur.
Sementara terkait proses penangkapan tersangka HK alias GE, Krishna mengatakan pihaknya membuat sketsa wajah tersangka berdasarkan keterangn saksi tentang dugaan orang yang keluar dari tempat kejadian perkara (TKP) atau rumah korban.
Setelah itu, pihaknya menganalisa data residivis yang berada di sekitar lingkungan rumah korban.
Setelah itu, pihaknya menetapkan terduga pelaku pembunuhan potensial.
"Kemudian hari Rabu (14/10) hasil laboratorium forensik keluar, sidik jari TKP sudah keluar. Namun, kami kesulitan untuk membongkar karena database di kependudukan belum ada," tuturnya.
Dari sketsa gambar berdasarkan keterangan para saksi, pihaknya kemudian menelusuri orang yang diduga kuat melakukan pembunuhan itu.
Dari hasil sidik jari tersebut, pihak polisi berangkat pada Rabu malam untuk mencari HK. Kemudian, Krishna mengatakan pihaknya mendapatkan informasi bahwa HK berada di pabrik baja.
Untuk itu, polisi sudah menunggu HK sejak Rabu (14/10) sore sampai Kamis (15/10) pukul 05.00 WIB. Akhirnya tersangka HK muncul.
"Berdasarkan hasil laboratorium forensik sidik jari, kami menangkap terduga pelaku atas nama HK, kami cek kuku kemudian kami 'swep' tubuhnya dan kami cocokkan sidik jarinya dengan apa yang ada di TKP dan dari hasil interogasi akhirnya yang bersangkutan menjelaskan dengan detail peristiwanya dan kami menemukan alat bukti salah satunya adalah barang bukti milik korban (telepon genggam)," jelasnya.
Krishna mengatakan pada Kamis (15/10) pukul 16.00, tersangka HK menceritakan peristiwa tentang tindak pidana yang dilakukannya. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Miris, Kakek Bau Tanah Perkosa Dua ABG
Pemerintahan SBY Dianggap Wariskan Masalah ke Jokowi
Kehadiran Abdee Jadi Kejutan di "Konser Slank Reog & Roll"
Orang Amerika Frustasi Minta Inggris Ambil Alih Negaranya
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas