Suara.com - Malang nian nasib Erik. Niat ingin menonton laga final Piala Presiden 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno antara Sriwijaya FC dan Persib Bandung, malah jadi tontonan.
Suporter Persita Tangerang yang masih duduk di bangku kelas II SMP itu menjadi korban kekerasan yang dilakukan sekelompok remaja yang mengatasnamakan suporter Persija, The Jakmania.
"Awalnya saya tuh datang mau dukung Persib, eh pas saya lagi jalan lewat Pintu II, saya langsung ditarik, terus dipukulin bang. Dompet sama handphone saya ilang, kayanya sih diambil," kata Erik saat menjalani perawatan yang dilakukan tim medis dari Polda Metro Jaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (18/10/2015).
Erik bercerita kejadian itu berlangsung sekitar jam 13.30 WIB. Ia mendapatkan banyak pukulan, terutama di bagian kepala.
"Pas saya dipukulin, tadi tuh saya juga dibantuin sama polisi, nah terus saya langsung dibawa ke tempat kesehatan polisi. Terus juga saya langsung disuruh copot baju yang saya pakai, baju Persita bang," ujarnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, Erik mengaku kesal dengan remaja yang menyerangnya. Setelah kejadian, ia disarankan pulang oleh anggota polisi. Karena sudah tidak punya uang, Erik diberi uang saku oleh polisi. [Nur Habibie]
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Kubu Laras Sebut Jaksa Berkhotbah Moral, Gagal Paham Feminist Legal Theory dan Unsur Mens Rea
-
Pledoi Laras Faizati Dianggap Angin Lalu, Jaksa Tetap Tuntut Laras Faizati 1 Tahun Penjara
-
Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Penuhi Panggilan Mabes Polri: Tidak Ada Niat Jahat
-
Terbongkar Love Scamming Lintas Negara di Jogja, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
-
KPK Pecah Suara? Wakil Ketua Akui Ada Keraguan Tetapkan Tersangka Korupsi Kasus Haji
-
Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara
-
Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah
-
Guru Besar UNM Soroti Pasal Penghinaan di Era 'Big Bang' Transformasi Hukum 2026
-
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
-
Tolak Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme, Koalisi Sipil: Berbahaya Bagi Demokrasi dan HAM