- Komisi III DPR RI mengusir perwakilan PT Hasana Damai Putra dalam RDPU karena dinilai tidak melaksanakan kesimpulan rapat mengenai akses musala.
- Pengembang menolak pembukaan akses langsung musala di luar cluster sebab adanya penolakan tertulis dari mayoritas warga.
- Developer telah membangun musala baru di dalam cluster serta menyediakan lahan 5.000 meter persegi untuk fasilitas ibadah.
Suara.com - Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI membahas polemik akses musala di Perumahan Vasana dan Neo Vasana, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berlangsung tegang, Kamis (26/2). Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, bahkan mengusir perwakilan PT Hasana Damai Putra (HDP) dari ruang rapat karena dinilai tidak menjalankan hasil kesimpulan rapat sebelumnya.
Rapat tersebut membahas kelanjutan persoalan akses menuju musala yang berada di luar pagar cluster perumahan. Komisi III sebelumnya meminta pengembang memfasilitasi akses bagi warga. Namun, dalam rapat lanjutan, Habiburokhman menilai keputusan tersebut belum dijalankan.
Dalam pernyataan resminya, Township Management Division Head PT HDP, Lukman Nurhakim, menjelaskan bahwa musala yang menjadi polemik berada di luar pagar cluster. Permohonan pembukaan akses langsung dari dalam cluster ke musala tersebut tidak dapat disetujui karena adanya penolakan tertulis dari sebagian besar warga, tertanggal 12 Oktober 2024, 30 September 2025, dan 12 Desember 2025.
Sebagai solusi atas perbedaan pendapat warga, pihak pengembang membangun musala di dalam kawasan cluster. Musala tersebut kini telah selesai dan dapat digunakan. Selain itu, developer juga menyatakan telah menyediakan lahan seluas 5.000 meter persegi yang diperuntukkan sebagai fasilitas ibadah sesuai master plan yang telah disahkan dan diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Ini bukan persoalan larangan beribadah, melainkan perbedaan sikap terkait pembukaan akses langsung dari dalam cluster ke lahan di luar kawasan,” ujar Lukman dalam klarifikasi tertulisnya.
Senada dengan itu, Ketua Paguyuban Warga Cluster Neo Vasana & Vasana, Richard, menyampaikan bahwa sebagian warga menolak pembukaan pagar karena alasan keamanan. Ia menegaskan perumahan tersebut dibeli dengan konsep cluster one gate system.
“Kami tidak setuju adanya pembukaan pagar karena mengganggu kenyamanan dan keamanan. Jika akses dibuka, bagaimana jaminan keamanannya? Warga luar bisa masuk. Kami mendukung langkah developer membangun musala di dalam cluster yang bisa digunakan bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, terdapat pula warga yang mendukung pembukaan akses agar dapat terhubung langsung dengan musala yang telah lebih dahulu dibangun secara swadaya di luar cluster.
Perbedaan pandangan inilah yang kemudian memicu konflik berkepanjangan. Di satu sisi, ada aspirasi untuk kemudahan akses ibadah. Di sisi lain, muncul kekhawatiran soal sistem keamanan kawasan hunian tertutup.
Baca Juga: DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
Polemik ini menunjukkan kompleksitas persoalan tata kelola kawasan hunian, terutama ketika kepentingan akses fasilitas publik dan sistem keamanan lingkungan saling beririsan. Hingga kini, penyelesaian yang dapat mengakomodasi kedua kepentingan tersebut masih menjadi tantangan bagi semua pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi