Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan dana oprasional Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan hak bagi setiap kepala daerah. Maka itu, seharusnya bisa dipakai untuk keperluan pribadi.
Hanya saja Ahok memastikan dana oprasional dirinya dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang besarnya mencapai Rp50 miliar di tahun 2016 tidak semuanya digunakam untuk keperluan Ahok-Djarot. Dana ini dipermasalahkan oleh DPRD,
"Jadi dana operasional itu merupakan hak kepala daerah. Tapi nggak boleh masukan ke tabungannya dia. Untuk beli mobil, buat anaknya sekolah, itu nggak boleh, Karena itu nggak dipotong pajak," ujarnya usai menghadiri acara di Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).
Maka itu Ahok pernah mengusulkan ke Presiden Joko Widodo untuk mengubah aturan dana operasional. Dalam pembicaraan itu, Ahok meminta kepala daerah dapat merasakan uang terebut untuk keperluan pribadi.
"Saya sudah bilang ke Pak Jokowi kalau ini harus diperbaiki, kasihan sama kepala daerah yang jujur. Harusnya 20-30 persen dari opersional itu diambil sebagai pemasukan," kata Ahok.
"Karena gajinya (Kepala Daerah) sangat beda dengan BUMN, kan kasihan kepala daerah yang uangnya pas-pasan," Ahok menambahkan.
Kemarin, Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan DPRD DKI Jakarta melakukan rapat membahas tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016 di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik itu sempat terjadi ketegangan antara anggota dewan dan perwakilan pemerintah daerah karena besanya dana oprasional untuk Ahok-Djarot.
Menurut Ahok setiap ia kelebihan menggunakan dana oprasional maka uang tersebut selalu dikembalikan ke negara.
"Masa kalian sudah lupa, waktu itu saya balikin uang opersional sekitar Rp4,8 miliar. Bisa nggak saya nggak balikin uang opersional? Boleh dong. Waktu itu 0,15 persen (dari pendapatan asli daerah), kemudian diturunkan jadi 0,13 persen," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara