Suara.com - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan mulai menutupi kawasan Papua Selatan. Di antaranya di Kabupaten Merauke, Mappi dan Kabupaten Boven Digul.
Bahkan akibat kabut asap yang menutupi Papua Selatan menyebabkan jarak pandang diwilayah Tanah Merah, ibukota Kabupaten Boven Digul hanya 300 meter. Kasubdit BMKG Wilayah V Jayapura Zem Padama mengatakan jarak pandang di kota lainnya di Papua Selatan bervariasi diatas 6.000 meter.
Minimnya jarak pandang itu akibat kabut asap yang terbawa angin hingga memperpendek jarak pandang. Bahkan akibat terpengaruh angin yang bertiup dari arah selatan menyebabkan kota-kota di Papua Selatan terkena kabut asap.
Jumlah titik api hingga pukul 18.00 WIT mengalami penurunan hingga mencapai 66 titik. Seluruhnya berada di Kabupaten Merauke. Sedangkan di kedua kabupaten belum dilaporkan.
Menurutnya, dari laporan citra satelit terungkap titik api terbanyak di DistrikTabonji yakni 21 titik api menyusul Distrik Kimaam dan Distrik Waan masing masing 10 titik.
Sedangkan tujuh distrik lainnya diwilayah Kabupaten Merauke jumlah titik apinya bervariasi dari satu hingga empat titik api, jelas Zem Padama. Titik api di Papua sempat dilaporkan mencapai 420 titik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat