Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan materi ujian sekolah di sekolah-sekolah yang terpapar asap akibat pembakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan akan disesuaikan. Dengan demikian, ujian sekolah tetap terlaksana.
"Jadi gini ujian sekolah kita lihat dulu jumlah hari liburnya. Ada yang liburnya misalnya di Palangkaraya ada yang liburnya 35 hari, tapi ada juga yang nggak sampai seminggu," kata Anies usai mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla salat Istisq di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (1/10/2015). "Jadi materi ujian disesuaikan dengan pembelajaran. Jadi disesuaikan."
Kegiatan belajar mengajar sekolah-sekolah yang terpapar asap akibat pembakaran lahan dan hutan selama ini terganggu. Solusi agar anak-anak tidak ketinggalan pelajaran, pemerintah menyelenggarakan program bernama kelas aman asap. Program ini didukung dengan teknologi untuk meminimalisir bahaya asap.
Anies yakin program ini dapat menurunkan Indeks Standar Pencemaran Udara di dalam kelas sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar.
"Kelas aman asap kita coba di Padang. ISPU di luar 388. Kalau di atas 300 di atas ambang batas bahaya dengan teknologi ini ISPU jadi 78," ujar dia.
Anies mengatakan Presiden Joko Widodo telah merasakan manfaat teknologi itu.
"Presiden merasakan langsung. Kan di luar terus masuk, jadi memang lain udaranya. Gurunya ditanya, muridnya, ketika masuk ruang kelas rasanya dingin katanya. Narik nafas nggak bau asap. Jadi kita akan bicarakan ke depan akan data ke sembilan provinsi yang masih berisiko terpapar asap. Akan kita gerakkan teknologi tepat guna dan biayanya nggak terlalu mahal. Kita butuhkan antara 600 ribu per kelas," kata Anies.
Teknologi tersebut diterapkan dengan cara memasang kasa pada setiap ventilasi ruangan, memasang kipas exhauster untuk mengeluarkan udara kotor, dan memasang sistem aerasi pada aquarium yang ditaruh di dalam ruangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2