Suara.com - Satuan Tugas Penyidik Kejaksaan Agung mengungkapkan telah mengajukan 30 pertanyaan kepada tersangka kasus dugaan korupsi dana bansos Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.
Hal itu disampaikan Kasatgas, Victor Antonius usai memeriksa tersangka Gatot Pujo Nugroho di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).
Puluhan pertanyaan yang dilontarkan buat Gatot pada pemeriksaan perdana kali ini masih seputar tugasnya sebagai gubernur.
"Ya tanggung jawabnya sebagai kepala daerah itu. Nanti, nanti (gelar perkaranya)," jelas Victor.
Sementara itu, Kuasa Hukum Gatot, Yanuar P Wasesa, tetap berkeras menjelaskan, bahwa untuk memverifikasi siapa yang menerima dana bansos adalah tugas satuan kerja perangkat daerah(SKPD).
"Pemeriksaannya soal bansos ya. Pak Gatot itu ditanya proposal-proposal sampai nggak permohonan bansos itu, nggak, proposal itu nggak sampai ke Pak Gatot karena itu sudah jadi tugas SKPD-SKPD,kan nggak mungkin Gubernur melakukan verifikasi sampai ke nama-nama penerima bansos," kata Yanuar.
Selain itu, dia juga membantah kalau kliennya mbagikan uang kepada sejumlah lembaga swadaya masyarakat(LSM). Dirinya bahkan menjelaskan, ke partainya Gatot(Partai Keadilan Sejahtera) saja uang tersebut tidak ada.
"Nggak, nggak ada, keternagan LSM-LSM yang katakanlah berdekatan dengan PKS nggak pernah dikasih. PKS loh, partainya Pak Gatot aja nggak pernah dikasih, bagaimana mungkin dia melakukan penunjukan," tutupnya.
Seperti diketahui, Penyidik Kejagung Senin (2/11/2015) lalu, resmi menetapkan Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2013.
Selain Gatot, satu tersangka lain yang telah ditetapkan oleh Kejagung yaitu Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumut, Eddy Sofyan.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?