Suara.com - Seorang petugas penegak hukum di Amerika Serikat mengatakan bahwa salah satu tersangka dalam aksi penembakan massal di San Bernardino, California. Sebanyk 14 orang tewas dan 17 lainnya cedera dalam peristiwa itu.
Polisi sebelumnya mengatakan ada tiga tersangka dalam peristiwa tersebut. Dua di antaranya, satu lelaki dan satu perempuan, sudah tewas dalam baku tembak dengan polisi. Satu tersangka lagi belum diketahui nasibnya.
Sebelumnya nama Farook sudah beredar di media-media sosial dan media lain sepanjang Rabu (2/12/2015) waktu setempat. Sebelumnya polisi telah menggeledah sebuah rumah, yang diketahui didiami oleh Farook.
Menurut data The Washington Post, Syed Farook, bekerja di Departemen Kesehatan Publik San Bernardino. Ia menjabat sebagai inpektur kesehatan.
Adapun serangan yang berlangsung siang bolong itu terjadi di sebuah fasilitas pekerja sosial, yang dikelolah oleh departemen tempat Farook bekerja. Ketika serangan berlangsung, di tempat itu sedang digelar sebuah pesta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan