Suara.com - Pelaku penembakan di kampus Umpqua Community College di Roseburg, Oregon, Amerika Serikat, dikabarkan melontarkan pertanyaan aneh saat melakukan aksinya.
Seperti dikutip Reuters dari media lokal, News-Review, si pelaku meminta orang-orang di gedung kampus tersebut untuk berdiri. Kemudian, mereka diminta menyebutkan agama mereka sebelum mulai melepaskan tembakan.
Hal itu diungkap oleh Kortney Moore, (18), remaja yang berada di Snyder Hall, di dalam kampus tersebut. Kortney mengatakan, si penembak menyuruh orang-orang menyebut agama apa yang dipeluknya sebelum mulai menembak.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima belas orang tewas sementara 20 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden penembakan di sebuah kampus di Roseburg, Oregon, Amerika Serikat, hari Kamis (1/10/2015) waktu setempat. Pihak berwenang setempat sudah menangkap tersangka yang terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut.
CNN melaporkan, salah satu korban luka adalah seorang perempuan yang mengalami luka tembak di dada. Belum ada informasi lanjutan mengenai kondisi korban luka lainnya.
Kepada Reuters, seorang juru bicara dari kantor Sherrif Douglas County membenarkan soal adanya aksi penembakan di Kampus Umpqua Community College di Roseburg. Namun, juru bicara tersebut mengaku belum mendapat informasi lain.
Surat kabar setempat menyebutkan, setelah mendapat laporan dari lapangan, petugas kepolisian langsung ke TKP Kamis pagi pukul 10.40. Ada kabar yang mengatakan bahwa pelaku penembakan sudah dilumpuhkan.
Juru bicara Mercy Medical Center di Roseburg, Shelly Stefanich, mengatakan bahwa rumah sakit mereka hanyalah pusat pelayanan medis satu-satunya di kota kecil tersebut. Namun, dirinya tidak bersedia menyebutkan berapa banyak korban luka yang dilarikan ke rumah sakit tersebut.
Media lokal lainnya mengabarkan, polisi langsung melakukan penyisiran di kampus tempat terjadinya penembakan. Media tersebut juga menyebut, beberapa agen ATF, atau Biro Khusus AS yang menangani kasus Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak sedang dalam perjalanan ke Roseburg. (Reuters)
Berita Terkait
-
Curanmor Berujung Penembakan di Palmerah Terungkap, Tiga Pelaku Dibekuk di Jakarta hingga Cimahi
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
12 Orang Tewas dalam Penembakan Massal Saat Perayaan Hanukkah di Australia
-
Perayaan Hanukkah Berdarah di Bondi Beach: 9 Tewas, Diduga Target Komunitas Yahudi?
-
Horor di Bondi Beach: Penembakan Brutal di Pantai Ikonik Australia, 9 Orang Tewas
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan