Dua pekan setelah mengeksekusi sandera asal Cina, kelompok teroris ISIS merilis lagu perjuangan dalam bahasa Mandarin, yang menyerukan umat Islam di Cina untuk mengangkat senjata.
Lagu sepanjang empat menit ini pertama kali dirilis Al-Hayat Media Center, sayap media ISIS dan disebarluaskan melalui jejaring sosial Twitter dan pesan aplikasi Telegram pada Minggu (6/12/2015).
SITE Intelligence Group, yang memonitor dan melacak kelompok-kelompok radikal online menyebut, seperti umumnya lagu-lagu ISIS yang dikenal dengan nasyid, lagu ini dibuat dengan lirik yang memuja mati syahid dalam perjuangan Islam.
"Kita Mujahid, musuh panik sebelum kita datang. Mimpi kita adalah untuk mati berjuang di medan perang ini," demikian sepenggal syair lagu yang dilantunkan paduan suara laki-laki yang disempurnakan dengan gema digital itu.
Upaya perekrutan oleh kelompok jihad dari Timur Tengah tak urung memicu kekhawatiran Beijing. Perekrutan ini memang bukan menargetkan warga Cina yang berbicara bahasa Turki, tapi kelompok minoritas muslim Uighur.
Suara.com - "Rilis nasyid dalam bahasa Mandarin adalah contoh lain dari ISIS mencari untuk memperluas jangkauan dan basis dukungannya," kata SITE.
Selama ini gerakan separatis dari muslim Uighur yang berusaha mendirikan negara merdeka di wilayah Cina barat laut Xinjiang, sudah cukup merepotkan Beijing. (asiaone.com)
Berita Terkait
-
Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok
-
Sembunyi di Bawah Meja Demi Nyawa: Tragedi Mei 1998 Lewat Mata Bocah Cina
-
Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin
-
Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS
-
Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana