- Polresta Yogyakarta sedang mengembangkan kasus kejahatan siber *love scamming* yang dikendalikan sepenuhnya oleh warga negara Cina.
- Penyidikan fokus memburu pengendali utama di Cina dan menindak jaringan serupa yang terdeteksi beroperasi di Lampung.
- Sejauh ini enam orang telah ditetapkan tersangka, sementara puluhan pekerja lain yang diamankan masih berstatus sebagai saksi.
Suara.com - Polresta Yogyakarta masih mengembangkan pengungkapan kasus love scamming lintas negara yang beroperasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penyidikan kini difokuskan untuk memburu pelaku utama yang diduga berada di luar negeri yakni Cina. Termasuk menindak dugaan jaringan serupa di daerah Lampung.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menuturkan bahwa operasional penipuan tersebut memang sepenuhnya dikendalikan oleh pihak asal Cina.
Seluruh sistem aplikasi, pengawasan kinerja, hingga pengaturan ruang percakapan dikontrol dari luar Indonesia.
"Jadi semua itu yang melakukan operasional ini semua orang [warga negara] Cina gitu," kata Riski kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Menurut Riski, pihak kepolisian telah mengantongi identitas pelaku asal Cina yang diduga menjadi pengendali utama.
"Karena ini aplikasi Cina yang bawa ke sini memang orang Cina, kita juga sudah kantongi [identitas pelaku]," ucapnya.
Saat ini, koordinasi lintas negara tengah disiapkan untuk memburu pihak-pihak tersebut.
"Kemarin sudah menghubungi Hubinter [Polri] yang nanti akan kita koordinasi dengan Interpol untuk pengejaran yang bersangkutan," tandasnya.
Baca Juga: Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan
Selain pengejaran pelaku luar negeri, kata Adrian, pihaknya turut mengembangkan perkara ini ke wilayah lain di Indonesia.
Berdasarkan keterangan yang didapat, ada lokasi operasional serupa berupa love scamming ini di Lampung.
"Menurut keterangan ada satu lagi di Lampung," terangnya.
Polresta Yogyakarta menyatakan telah menjalin koordinasi dengan Polda Lampung untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
Dalam proses pengembangan kasus, puluhan pekerja yang sempat diamankan masih berstatus saksi. Polisi masih mendalami peran masing-masing individu.
"Untuk puluhan orang kita masih mendalami peran masing-masing, saat ini status masih saksi," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Hampir Setahun Beroperasi, Love Scamming di Jogja Ditaksir Raup Puluhan Miliar Tiap Bulan
-
Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno
-
Terbongkar Love Scamming Lintas Negara di Jogja, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
-
Penampakan Markas Scam Internasional di Sleman: Kantor 24 Jam, Izin 'Siluman' dari Jabar
-
Markas Scam Internasional Terbongkar di Sleman: Pakai Izin dari Jabar, Ngontrak di Rumah Warga
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah
-
PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?
-
Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan
-
Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk
-
AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan