Suara.com - Di tengah gencarnya promosi kemudahan mendapatkan layanan PT. Transportasi Jakarta, ternyata pelayanan untuk isi ulang tiket elektronik atau (top up) sering gangguan.
Permasalahan ini, antara lain dialami oleh konsumen Transjakarta bernama Galuh.
Galuh mengatakan sejak pekan lalu, dia tidak bisa top up tiket elektronik, seperti di halte Transjakarta Jalan Sisingamangaraja (seberang Universitas Al Azhar), kemudian di halte Gelora Bung Karno, halte Bendungan Hilir, dan halte Kuningan Barat.
Akibatnya, dia menjadi sulit kalau mau naik Transjakarta. Galuh sampai harus meminjam tiket elektronik milik temannya yang kebetulan masih memiliki saldo.
Kepada konsumen, petugas loket mengatakan bahwa saat ini layanan top up sedang offline.
Penggunaan tiket elektronik untuk pertamakalinya diluncurkan pada tanggal 22 Januari 2013.
Layanan tiket elektronik kerjasama Transjakarta dengan Bank DKI, Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI46, kemudian Bank Mega.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan