Suara.com - Warga korban kebakaran di pemukiman Jalan Bukit Duri Pangkalan, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, menolak tawaran relokasi ke rumah susun sederhana sewa yang disediakan pemerintah daerah di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Tapi, kalau disediakan rumah susun milik, mereka siap pindah dari pemukiman yang terletak di pinggiran kali Ciliwung.
"Kami menuntut setelah penggusuran nanti kami mau dipindah kalau diberi rusunami. Karena kalau dipindah ke rusunawa seperti warga Kampung Pulo hanya gratis tiga bulan, setelah itu bayar penggunaan bangunan. Sebulan biayanya bisa jutaan rupiah," kata Nassamri yang akrab disapa Anas saat Suara.com di lokasi kebakaran, Minggu (27/12/2015).
Menurut Ketua RT 4/12, Bukit Duri, warga telah belajar dari pengalaman warga yang tinggal di pemukiman pinggir kali Ciliwung, Kampung Pulo, yang direlokasi ke rusunawa Jatinegara. Rumah mereka digusur tanpa diberi ganti rugi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan alasan sudah disediakan rusunawa, tapi ternyata belakangan harus bayar mahal.
"Pengalaman warga di Kampung Pulo diberikan rusunawa gratis hanya sementara, kemudian tanpa diberikan ganti rugi rumah yang telah dibongkar," ujarnya.
Anas mengatakan warga akan berjuang agar diberi unit rusunami.
"Kami perjuangkan agar warga per KK dapat satu unit rusunami, jadi bukan per-rumah. Karena di sini satu rumah lebih dari satu KK," katanya.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nurwahid saat memberikan bantuan berupa 60 kasur lipat, 120 selimut, dan makanan kepada warga korban kebakaran di pemukiman penduduk Jalan Bukit Duri Pangkalan berharap agar pemerintah daerah memberikan tempat tinggal yang baik kepada warga.
"Kami berharap pemerintah daerah memberikan tempat tinggal bagi korban. Kalau bisa mereka diberikan hak untuk membangun kembali rumahnya di lokasi itu atau dibangunkan rusunami (rumah susun hak milik)," kata mantan Presiden PKS.
Hidayat Nurwahid mengatakan mayoritas korban kebakaran yang terjadi pada Kamis (24/12/2015) siang itu merupakan warga asli Betawi. Rata-rata, mereka berprofesi sebagai pengrajin kayu.
"Mereka rata-rata warga asli Betawi. Jadi kalau direlokasi ke rusunawa nanti perekonomian mereka mati, minimal mereka diberi rusunami," ujarnya.
Bukit Duri merupakan daerah pemilihan Hidayat dalam Pemilihan Legislatif tahun 2014.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG