Suara.com - Ada yang menarik saat pengumuman soal kebijakan baru soal syarat kepemilikan senjata di Amerika Serikat di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (5/1/2016) waktu setempat. Seperti dikutip dari Reuters, Presiden Barack Obama meneteskan air mata saat mengenang anak-anak yang menjadi korban dalam beberapa insiden penembakan massal di negeri tersebut.
Selama ini, pemerintahan Obama mendorong dibuatnya sebuah aturan baru soal kepemilikan senjata. Salah satunya adalah pemeriksaan latar belakang yang lebih ketat untuk calon pemilik senjata.
Namun, lansiran Independent, keinginan tersebut terhenti di Kongres yang menolak kebijakan baru tersebut. Kongres menilai, kebijakan baru bisa melanggar Amandemen Kedua Amerika Serikat. Amandemen yang disahkan pada 15 Desember 1791 tersebut mengatur hak warga untuk memiliki dan menyimpan senjata api.
Namun, kian meningkatnya frekuensi insiden penembakan di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, mendorong pemerintah untuk melakukan pembenahan. Lagipula, berdasarkan sebuah riset yang dilakukan Universitas Quinnipiac, 84 persen responden mendukung adanya pemeriksaan latar belakang bagi calon pemilik senjata.
Dijegal Kongres, Obama, yang masa jabatannya akan segera berakhir usai pemilihan presiden bulan November nanti, memutuskan menggunakan kekuasaannya untuk memberlakukan kebijakan baru tersebut.
Reuters menyebutkan, di tengah-tengah pidato emosionalnya, Obama beberapa kali terlihat mengusap air mata yang menetes dari kedua matanya ketika mengenang aksi pembantaian 20 anak dan 6 orang dewasa di sebuah sekolah dasar di Sandy Hook, Newton, Connecticut bulan Desember 2012 silam.
"Setiap saya mengingat anak-anak itu, saya merasa marah," kata Obama sambil meneteskan air mata.
"Hal itu mengubah saya, hari itu juga," sambungnya.
Obama menuding para pembuat undang-undang di Kongres kalah oleh lobi-lobi yang dilancarkan National Rifle Association (NRA), sebuah badan advokasi hak kepemilikan senjata. Badan inilah yang melakukan lobi terkait peraturan perundangan senjata di AS.
Independent menyebut, mengutip informasi dari Associated Press, menurut undang-undang kepemilikan senjata yang berlaku saat ini, hanya pedagang senjata berizin federal saja yang harus melakukan pemeriksaan latar belakang kepada para calon pembeli. Namun, pada ajang-ajang pameran senjata dan situs internet, seringkali pedagang mengesampingkan persyaratan itu dengan cara menolak menjadi pedagang berizin.
Berita Terkait
-
4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama
-
Direktur Inteljen AS Tuduh Barack Obama Berkhianat Karena 'Manipulasi' Pemilu
-
Ulasan Buku Becoming: Kisah Inspiratif Perjalanan Hidup Michelle Obama
-
Segini Harta Kekayaan Michelle Obama yang Kena Rumor Perceraian dengan Barack Obama
-
Michelle Obama Tanggapi Isu Rumah Tangga: Tak Perlu Lagi Hidup Sesuai Ekspektasi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Kecelakaan Pesawat T-34 Taiwan, Kegagalan Simulasi Mesin Tewaskan 2 Pilot Militer di Kaohsiung
-
Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis
-
Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?
-
122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya
-
Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Kepada Enam Tokoh
-
Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal
-
Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!
-
Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon
-
Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!
-
Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu