Suara.com - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku tidak terlalu mempersoalkan jika dirinya sudah tidak lagi dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk membantunya. Baginya, jabatan yang diterimanya selama ini bukan diminta melainkan atas dasar kepercayaan Jokowi atas dirinya. Hal ini disampaikan Lukman di tengah santernya isu reshuffle kabinet Jokowi jilid 2.
"Amanah itu kepercayaan dan kepercayaan itu kita terima bukan meminta," kata Lukman di Gedung Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (8/1/2015).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menambahkan, dirinya hanya ingin selalu siap jika amanah dan kepercayaan yang sudah diterimanya dicabut kembali oleh Presiden.
"Jadi kalau kemudian kepercayaan itu diambil lagi, amanah itu diambil lagi oleh pemberi kepercayaan, maka itu sepenuhnya menjadi kewenangan beliau, dengan sepenuh hati saya akan mengembalikan ketika kepercayaan itu tidak diberikan lagi ," katanya.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini semakin santer diberitakan bahwa Jokowi akan melakukan perombakan kabinet Kerja jilid II. Sejumlah nama pun sudah mencuat untuk segera diganti maupun yang menggantikannya. Dan dari sejumlah nama tersebut, nama Menteri Agama juga terdapat salah satu di dalamnya.
Berita Terkait
-
8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi
-
Jalani Sidang Perdana, Yaqut Didakwa Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar
-
Gus Yaqut Ingin Seluruh Kuota Tambahan Haji 2023 untuk Reguler, tapi Ditolak DPR
-
Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?
-
Ditanya soal Caketum PBNU, Menag Nasaruddin Pilih Irit Bicara
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung