Suara.com - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) berharap agar para aparat kepolisian yang terluka akibat pemboman di Sarinah diberikan penghargaan yang tinggi oleh negara. Penghargaan ini diberikan atas pengorbanan mereka melawan teroris.
"Kami berharap agar para aparat diberikan penghargaan yang tinggi oleh negara sebagai pejuang pembela bangsa. PGI memberi apresiasi yang tinggi terhadap langkah antisipatif aparat kepolisian dalam peristiwa ini," kata Kepala Humas PGI Jeirry Sumampow dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1/2016).
Menurutnya, aparat kepolisian sigap dan berani sudah menunjukkan kesetiaannya kepada negara. Bahkan sampai mengorbankan nyawanya melawan para teroris itu.
Pemerintah diharapkan segera mengungkap pelaku serangan teroris dengan memberi tindakan yang sesuai dan mengusut serta membasmi jaringan teroris yang diduga adalah kelompok jihadis ISIS. PGI menghimbau agar asyarakat tetap tenang namun berwaspada dan berhati-hati karena masih muncul ancaman tentang kemungkinan aksi teror berikutnya.
"Masyarakat tidak perlu menyebarkan peristiwa melalui media sosial dan lainnya agar tidak semakin menimbulkan keresahan kehidupan bersosial," kata Jeirry.
PGI mengutuk pelaku serangan bom yang menewaskan 7 orang dan 24 korban luka yang terjadi Kamis siang, di kawasan Sarinah, yakni di pos polisi perempatan lampu merah Sarinah, gerai kopi Starbucks dan kedai makan Burger King.
"Serangan bom yang menewaskan 7 orang dan melukai puluhan warga sipil serta aparat kepolisian adalah tindakan yang kejam dan biadab," ujar Jeirry. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri