Suara.com - Gempa bumi dengan kekuatan 4,7 skala Richter (SR) pada Minggu pukul 20.24 WITA mengguncang Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, namun tidak berpotensi tsunami, kata Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
"Gempa yang getarannya dirasakan warga Kota Kupang itu, meskipun tidak akan berdampak tsunami, warga tetap perlu mewaspadai gempa susulannya," kata petugas Stasiun Geofisika BMKG Kupang, Sti Nenot'ek kepada Antara di Kupang, Minggu malam.
Ia mengatakan lokasi gempa pada 10.57 lintang selatan (LS) dan 123.71 bujur timur (BT), 71 km timur laut Kabupaten Rote Ndao di kedalaman 10 km bawah permukaan laut.
Sebelumnya telah terjadi lima kali gempa di wiayah NTT.
Gempa 4,9 SR yang mengguncang Kota dan Kabupaten Kupang mengakibatkan warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Bahkan di pusat perbelanjaan Lippo Plaza Kupang, ada dua karyawan dua "tenant" berbeda, pingsan karena panik.
Kemudian gempa dengan kekuatan 3,1 SR, pada pukul 08.58.17 WITA pada lokasi 8,31 LS-119,61 BT atau 52 km barat laut Manggarai di kedalaman 153 Km.
Gempa ketiga berkekuatan 3,8 SR terjadi pukul 14.45.53 WITA, di 8.93 LS-124.12 BT, 61 km barat laut Timor Tengah Utara (TTU) di kedalaman 10 m. Gempa berikutnya terjadi pukul 19.01.14 WiTA, pada lokasi 9.60 LS-121.21 BT di 97 Km Barat Daya Nagekeo, dengan kedalaman 14 Km.
"Kami juga mencatat gempa bumi berkekuatan 2,5 SR terjadi pukul 19.15.38 WITA di 10.40 LS-123.66 BT, 65 km barat daya Kabupaten Kupang, berkedalaman 12 km," kata Sti Nenot'ek. (Antara)
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal
-
Detik-detik Bangunan Ambruk di Belakang Siswa, Video Gempa Filipina Bikin Merinding
-
Gempa 5,2 Guncang Meksiko Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026, Protokol Darurat Diterapkan
-
Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri