Suara.com - Komisi III DPR mendesak Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menuntaskan kasus-kasus yang menarik perhatian publik. Di antaranya kasus kematian 'kopi maut' I Wayan Mirna Salihin.
"Komisi III mendesak Kapolri agar mempercepat penuntasan Kasus Kopi bersianida, agar terciptanya rasa aman dan kepastian hukum di tengah masyarakat," kata Pimpinan Rapat Trimedya Pandjaitan dalam membacakan keputusan Rapat Kerja Komisi III dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di DPR, Senin (25/1/2016).
Selain itu, Komisi III juga mendesak kasus menonjol lainnya untuk segera dituntaskan Polri. Di antaranya, Pelindo II, kasus Pasar Turi, kasus illegal mining di Lumajang yang menewaskan Salim Kancil, terorisme, gerakan radikan ISIS, Gafatar, dan lainya.
Selain kasus yang menonjol, Komisi III juga mendesak Kapolri agar meninjau ulang penggunaan senjata laras panjang dalam melakukan penggeledahan dan penyitaan di lembaga negara, yaitu Presiden/Wapres, MPR, DPR, DPD, MA, MK, KY, BPK, yang tercantum dalam UUD 45.
Kemudian, Komisi III mendesak Kapolri agar melakukan upaya yang luar biasa dalam pemberantasan narkoba dengan mengoptimalakan tugas dan fungsi Polri sampai pada tingkat Polsek. Mengingat, narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang sangat mengancam kehidupan berbangsa.
Serta, Komisi III mendukung rencana kepolisian untuk menguatkan Densus 88 Anti Teror melalui revisi UU nomor 15 Tahun 2003 tentang terorisme dan peraturan perundang-undangan lainnya, serta peningkatan anggaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat