Suara.com - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat di daerah-daerah mau menerima kedatangan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan oleh pemerintah. Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah memulangkan mantan anggota Gafatar tersebut ke tujuh provinsi.
"Kita berharap masyarakat di daerah sana dapat menerima eks Gafatar ini dan kembali berbaur dengan masyarakatnya," ujar Lukman usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016).
Selain itu Lukman juga berharap agar eks anggota Gafatar yang saat ini sudah dipulangkan, juga melakukan hal yang sama, yakni berbaur dengan masyarakat tempat tujuan mereka.
"Dan kita berharap kepada eks Gafatar ini juga bisa kemudian melebur ke masyarakatnya," jelas Lukman.
Lukman menyadari, eks anggota Gafatar sudah mengalami indoktrinasi dengan ajaran tertentu, sehingga pemerintah butuh waktu untuk mengembalikan mereka sebagai masyarakat biasa.
"Yang terkait dengan keyakinan itu butuh proses, butuh waktu. Oleh karenanya pembinaan keagamaan, itupun perlu waktu prosesnya dan ini harus dipilah-pilah tidak bisa digeneralisir, karena ideologi," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat