Suara.com - Tes pramusim hari kedua MotoGP di Sirkut Sepang, Malaysia, Selasa (2/2/2016), jadi momen nostalgia bagi Casey Stoner bersama motor Ducati Desmosedici. Kehadiran Stoner di tes pramusim ini bukanlah untuk balapan lagi.
Statusnya tak lain hanya sebagai pembalap penguji Ducati. Meski begitu, comeback-nya Stoner dengan tunggangan Ducati Desmosedici mengingatkan para pencinta balapan motor paling prestisius itu dengan masa-masa emas Stoner.
Seperti diketahui, bersama Ducati-lah nama Stoner mulai dikenal banyak publik dengan menjadi juara dunia MotoGP di tahun 2007. Ketika itu, Stoner menggunakan tunggangan Ducati Desmosedici GP7.
Tak kurang empat tahun lamanya Stoner menunggangi Ducati Desmosedici sebelum akhirnya di musim 2011 hijrah ke tim Repsol Honda. Di musim pertamanya bersama Honda, pria yang kini berusia 30 tahun itu sukses meraih juara dunia keduanya.
Stoner hanya dua musim bersama Honda karena di akhir musim 2012 dia memutuskan pensiun dari arena MotoGP. Setelah itu, Stoner hanya jadi "pembalap di belakang layar" dengan menjadi pembalap penguji bagi Repsol Honda.
Setelah kontraknya bersama Honda selesai per 1 Januari lalu, Stoner pun memutuskan kembali ke Ducati dengan jadi pembalap penguji. Sayangnya, kembalinya Stoner bersama Ducati ini kurang ditandai dengan hasil yang baik di hari kedua tes pramusim ini.
Hingga pukul 16.30 WIB, Stoner yang menunggangi Desmosedici GP15 di tes ini tercatat masih berada di urutan ke-11 atau terpaut 1,604 detik dari Danilo Petrucci (Octo Pramac Yakhnich) yang menjadi pembalap tercepat sementara dengan waktu 2 menit 0,095 detik.
Sementara itu, hari kedua tes pramusim sempat diwarnai insiden kecelakaan yang terjadi pada pembalap Avintia Racing, Loriz Baz.
Baz mengalami kecelakaan di trek lurus menjelang garis finis dalam kecepatan 290,4 km/jam. Akibatnya, tes pun sempat dihentikan selama hampir dua jam. (Crash)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK