Suara.com - Sebanyak 636 warga negara Indonesia (WNI) menjadi tahanan dan narapidana yang berada di penjara seluruh Sabah, Malaysia.
Para WNI tersebut tersebar di penjara pusat kota Kinabalu, penjara Sandakan, penjara Tawau dan penjara Wanita," demikian keterangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu (KJRI KK) yang diterima ANTARA, Jumat (19/2/2016).
WNI yang sedang berada di penjara di Sabah tersebut terdiri 481 orang terlibat kasus kriminal dengan masa hukuman lebih dari 6 bulan dan 155 orang yang umumnya akibat pelanggaran keimigrasian dengan masa hukuman kurang dari 6 bulan.
KJRI Kota Kinabalu juga menambahkan bahwa telah dikonfirmasikan adanya lima WNI yang sudah divonis hukuman mati dan sedang menjalani proses permohonan pengampunan dari Tuan Yang Terutama Negeri Sabah serta delapan orang WNI yang masih dalam proses pengadilan dengan ancaman hukuman mati.
Ke 13 WNI tersebut terlibat dalam high profile case, yaitu terlibat kasus pembunuhan pasal 302 kanun keseksaan Malaysia.
Konfirmasi mengenai jumlah WNI yang ditahan di Sabah diperoleh ketika delegasi Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Lembaga Pemasyarakatan (Jabatan Penjara) Negeri Sabah di Kepayan, Kota Kinabalu, Kamis (18/2).
Delegasi Indonesia terdiri dari Konsul Jenderal RI, Ketua Satgas Perlindungan WNI KJRI Kota Kinabalu dan pejabat Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri.
Konjen RI Kota Kinabalu Akhmad DH Irfan memaparkan berbagai program Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan pelayanan dan memberikan perlindungan terhadap setiap WNI yang berada di Negeri Sabah, termasuk yang menjalani hukuman penjara atau sedang menghadapi proses hukum.
"Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada Jabatan Penjara negeri Sabah atas perlakuan baik yang diterima para tahanan asal Indonesia," ucapnya.
DH Irfan berharap agar pembinaan mental dan ketrampilan terhadap mereka juga diberi perhatian sehingga saat usai menjalani hukuman, mereka dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang patuh terhadap hukum yang berlaku dimanapun berada dan tidak mengulangi lagi kesalahannya.
Sambut baik Sementara itu, Pengarah Jabatan Penjara Negeri Sabah Hj. Suria bin Idris menyambut baik permintaan Konjen RI dan menjelaskan berbagai program bimbingan rohani dan peningkatan keterampilan bagi para tahanan yang selama ini dilaksanakan di seluruh penjara Sabah.
Dalam kaitan ini pihaknya juga menyambut baik sekiranya kantor Konsulat Jenderal RI berkeinginan untuk melakukan peninjauan langsung dan bertemu dengan para narapidana asal Indonesia di Sabah, atau bahkan menyelenggarakan acara pembinaan mental dengan mengundang rohaniawan asal Indonesia.
Sedangkan terkait dengan perlindungan para WNI ini, di KJRI Kota Kinabalu telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan WNI dan BHI.
Satgas ini dalam melakukan tugasnya selain berkoordinasi dengan gugus tugas yang sama di KBRI Kuala Lumpur, juga berkoordinasi dengan Direktorat PWNIBHI di Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Pada saat ini, di Sabah, terdapat sekitar 500 ribu WNI yang bekerja di berbagai bidang, dengan mayoritas adalah pekerja ladang sawit. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI
-
Kasus Korupsi Petral, Sudirman Said Dicecar soal Pengadaan dan Penentuan Harga Minyak
-
Strategi Pickford Berakhir Ironis, Botol Penalti Jadi Sorotan Argentina
-
Resmi Bergulir, Ruben Onsu Jalani Sidang Perdana Hak Asuh Anak, Absen di Pengadilan Karena Hal Ini
-
IHSG Bertahan di Level 6.100 pada Sesi I, BBCA dan BBRI Melesat
-
5 Aroma Parfum Saff & Co Terlaris di Shopee, Wangi Tahan Lama untuk Sehari-hari
-
Kantongi Surat Kuasa, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Kota Tutup Tiga Hari Mulai Malam Ini
-
Kisah Kursumawati, Agen BRILink yang Bawa Literasi Keuangan Lebih Dekat ke Masyarakat
-
Investor Asing Ternyata Masih Percaya Tanam Modal di Indonesia, Ini Alasannya