Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai seharusnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menertibkan kawasan Kalijodo.
"Kan saya sudah jelaskan berkali-kali. Seharusnya DPRD DKI mendukung Pemprov DKI dalam penertiban dan penataan Kalijodo, bukannya malah membela atau bagaimana," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat.
Lebih lanjut, pria yang lebih akrab disapa Ahok sehari-hari itu pun menyatakan pihaknya tidak akan menggelar dialog dengan warga terkait penertiban kawasan yang kerap dijadikan tempat prostitusi tersebut.
"Kami tidak akan mengadakan dialog dengan warga Kalijodo, karena jelas-jelas kawasan itu merupakan lahan hijau milik negara. Kami ini sedang berusaha menegakkan Perda. Jadi, seharusnya DPRD dukung kami," ujar Ahok.
Dia menuturkan proses penertiban kawasan tersebut juga dilakukan sesuai dengan prosedur tetap (protap). Sebelum penertiban, dilakukan sosialisasi terlebih dahulu oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
"Kami juga sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) 1. Warga diberikan waktu selama tujuh hari setelah pelayangan SP1 untuk membongkar bangunannya sendiri. Kemudian, kami akan lanjutkan dengan SP2, SP3 dan terakhir Surat Perintah Bongkar (SPB). Prosesnya sudah sesuai aturan," tutur Ahok.
Seperti diketahui, sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengungkapkan permasalahan terkait penertiban kawasan Kalijodo dapat diselesaikan melalui jalur dialog.
"Saya kira tidak ada yang tidak bisa diselesaikan dengan dialog, termasuk maslah penertiban kawasan Kalijodo. Saya berharap tidak ada kekerasan, tidak ada polisi, tidak ada tentara," ungkap Taufik.
Dia pun menambahkan apabila Pemprov DKI Jakarta berniat melakukan penghijauan terhadap kawasan tersebut, maka seharusnya dilakukan inventarisasi terlebih dahulu terhadap warga yang memiliki sertifikat tanah.
"Kalau memang betul-betul ingin melakukan penghijauan, harusnya lakukan inventarisasi dulu. Dengan begitu, ada penyelesaian yang baik dengan warga yang mempunyai sertifikat tanah," tambah Taufik. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Gibran Turun Gunung, Cicilan Utang Korban Gempa NTT Bakal Dapat Kelonggaran
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
-
OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital
-
3 Rekomendasi Bedak Emina untuk Remaja dan Anak Sekolah, Ringan Bikin Wajah Fresh
-
Transaksi Saham BEI Makin Ramai, IHSG Naik 1,93 Persen Sepekan