Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat mengagendakan penyelenggarakan rapat paripurna hari ini, Selasa (23/2/2016).
Tapi, kata Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, sebelum rapat paripurna, pimpinan DPR akan rapat pengganti Badan Musyawarah dengan pimpinan fraksi untuk membahas penundaan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi yang sebelumnya telah masuk agenda.
"Pagi ini kan kami rapat bamus, tepatnya rapat pengganti bamus. Rapat bamus nanti mencabut keputusan mengenai agenda revisi UU KPK dan rapur (rapat paripurna) nanti tidak ada keputusan pembahasan revisi UU KPK," ujar Agus di gedung DPR, Jakarta.
Revisi UU KPK ditunda dan diumumkan Presiden Joko Widodo setelah rapat konsultasi dengan pimpinan DPR dan perwakilan fraksi di Istana Negara, Senin (22/2016). Meski ditunda, revisi tetap masuk Program Legislasi Nasional 2015-2019.
Ketika ditanya apakah pembahasan revisi UU KPK akan dicabut, Agus mengatakan DPR belum memutuskannya.
"Prolegnas yang menempatkan adalah pemerintah dan DPR. Harus ada rapat yang memutuskan pencabutan prolegnas dan lain-lain dari kedua belah pihak (pemerintah dan DPR)," katanya.
Terkait dengan agenda rapat paripurna hari ini, kata Agus, akan membahas sejumlah agenda, antara lain RUU Tabungan Perumahan Rakyat.
"Intinya, sedianya pagi ini rapur yang mengagendakan pengesahan RUU Tapera dan lain-lain," kata politisi Demokrat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon
-
Jawaban Menpar Widiyanti Usai Diberi Nilai 50 Oleh Anggota DPR: Subjektif, Cuma Satu Orang
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh