Suara.com -
Sebanyak 10 mantan anggota Gafatar asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipulangkan dari Mempawah, Kalimantan Timur (Kaltim), ke tempat asalnya melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya, di Sidoarjo, Selasa (23/2/2016).
Camat Sumberrejo, Bojonegoro, Ilham bersama muspika masih menunggu kepulangan 10 mantan anggota Gafatar, karena ada di antara mereka yang berasal dari Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo.
"Karena ada yang berasal dari Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, ya, kami menunggu kedatangannya," katanya.
Ilham mengaku belum tahu rencana selanjutnya kalau mantan anggota Gafatar asal Desa Sumberarung, Kecamatan Sumberrejo itu sudah tiba di lokasi.
"Akan kita bahas bersama dengan muspika untuk proses selanjutnya. Kami belum tahu, tapi kemungkinan mereka langsung dipulangkan ke desanya," ucapnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Bojonegoro Kusbiyanto, membenarkan 10 mantan anggota Gafatar asal daerahnya yang dipulangkan dari Mempawah, Kaltim. "Saat ini masih perjalanan," ucapnya.
Sesuai keterangan yang diperoleh, sebanyak 10 mantan anggota gafatar itu, terdiri dari dua kepala keluarga (KK).
Satu KK dengan jumlah enam jiwa, asal Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, sedangkan satu KK dengan jumlah empat jiwa, asal Desa Mbesah, Kecamatan Kasiman.
Mantan anggota Gafatar asal Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Tamtaji (43), dan Istrinya Lilin Erlina (40), dengan empat anaknya, Dhimas Rejendra (16), Lennyta Tyas R.C (13), Ellia Cahaya Semesta (1).
Satu KK asal Desa Mbesah, Kecamatan Kasiman, yaitu Suyitno (36), Endrik Listyowati (31), bersama dua anaknya yaitu Leo L Prayitno (5) dan Laraswati Ayu P. (4).
Sebelumnya, sebanyak 11 mantan anggota Gafatar asal daerah setempat dipulangkan dari lokasinya di Desa Antibar, Kecamatan Tanjungdalem, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang dibakar massa pada 29 Januari 2016.
Pemkab, menurut Kepala Disnakertransos Bojonegoro Adi Witjaksono, memberikan bantuan sembako, juga pakaian, karena mantan anggota Gafatar yang dipulangkan ke desanya masing-masing itu, harta bendanya sudah habis.
"Mereka juga memperoleh santunan uang berkisar Rp2,5 juta-Rp5 juta per KK," ucapnya.(Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah