Suara.com - Setelah tempat prostitusi Kalijodo, Jakarta Utara ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, selanjutnya kawasan yang dikenal sebagai tempat esek-esek ini akan dibangun ruang publik terpadu ramah anak.
"Kita sudah gambar. Kan konsep kita sudah punya, sudah seperti konsep-konsep RPTRA cuma ini RPTRA lebih besar. Lapangan bolanya bisa lebih besar, kita sudah punya konsep kok," Kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/2/2016).
Menurut Ahok, nantinya kawasan yang luasnya lebih dari 1,5 hektare ini bangunan warga yang terkena penggusuran akan rampung diratakan dalam kurun waktu satu hari.
Ketika ditanya apakah akan melihat langsung proses penggusuran di Kalijodo yang saat ini sedang berlangsung, Ahok menolak. Menurutnya lebih enak menyaksikan penggusuran di televisi.
"Ya kalian TV sudah bagus kok, lihat dari TV juga sama," kata Ahok sambil tertawa.
Lebih lanjut, mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, pembangunan ruang terbuka hijau dan RPTRA langsung akan dikerjakan setelah penertiban usai.
"Secepatnya lah. Ya kita nggak tahu berapa lama orang bangunnya, menurut pengalaman sih kita 5 bulan jadi," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan