Angkatan Bersenjata India di Provinsi Bihar tampaknya ingin merekrut anggota baru yang benar-benar berkualitas. Untuk itu, mereka melakukan terobosan baru yang cukup ekstrim untuk menyaring rekrutannya.
Demi mencegah aksi saling mencontek pada seleksi ujian masuk, panitia seleksi Angkatan Bersenjata India meminta para calon anggota mengerjakan soal tanpa mengenakan baju. Mereka hanya diperkenankan memakai pakaian dalam saja.
Foto-foto yang dimuat dalam media Indian Express memperlihatkan puluhan lelaki duduk bersila di lapangan. Sebagian besar mengerjakan kertas soal yang diletakkan di atas paha mereka. Sementara itu, terlihat seorang pengawas berseragam berjaga sambil berdiri.
Menurut sumber dari angkatan bersenjata, seperti dikutip oleh Indian Express, mereka memilih cara yang radikal tersebut untuk menghemat waktu dalam menggeledah calon peserta ujian. Pasalnya, jumlah calon peserta dikabarkan mencapai lebih dari 1.000 orang.
"Kami tidak punya pilihan selain mematuhi instruksi yang diberikan meski terasa aneh," kata salah satu calon.
Seorang juru bicara militer di New Delhi menolak berkomentar soal kabar tersebut. Sementara itu, Pengadilan Tinggi Bihar di Patna, pada Selasa (1/3/2016) meminta Kementerian Pertahanan India untuk menjelaskan soal metode seleksi yang tak biasa ini setelah seorang pengacara mengajukan petisi melawan militer.
Aksi contek mencontek adalah fenomena yang cukup populer di negara bagian Bihar. Mungkin Anda masih ingat soal skandal yang menjadi viral di internet tahun lalu.
Kala itu, sebuah peristiwa unik, di mana kerabat pelajar rela memanjat tembok sebuah sekolah demi memberikan contekan kepada pelajar peserta ujian, terabadikan dalam foto dan video serta menjadi sorotan publik.
Sementara itu, di negara bagian Gujarat, otoritas setempat pada hari Minggu memblokir layanan internet ponsel di sejumlah kawasan kota bersamaan dengan digelarnya ujian seleksi pegawai negeri. Tujuannya, apalagi jika bukan untuk mencegah maraknya praktik mencontek. (Al Arabiya)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
-
Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir
-
Yusril Ungkap Alasan Kasus Andrie Yunus Masih di Pengadilan Militer, Singgung Usulan Hakim Ad Hoc
-
Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!
-
Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?
-
Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global
-
Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara
-
Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO
-
Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz
-
ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik