Suara.com - Beberapa pelaku kejahatan diklaim lebih memilih varian ponsel iPhone terbaru untuk melakukan aksinya, demikian dikatakan tiga asosiasi penegak hukum Amerika Serikat. Sistem keamanan ponsel buatan Apple yang sulit ditembus jadi andalan para pelaku kejahatan.
Hal itu disampaikan ketiga asosiasi penegak hukum tersebut di hadapan hakim yang menyidangkan kasus sengketa antara perusahaan Apple dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Kamis (3/3/2016). Mereka mengklaim, banyak pelaku kriminalitas yang beralih ke iPhone setelah menyadari tebalnya pengamanan ponsel tersebut. Namun, mereka tidak menyebutkan contoh kasusnya secara spesifik.
Pernyataan yang disampaikan Asosiasi Perwira Penegak Hukum Federal dan dua asosiasi lainnya itu juga menyebut soal kasus penyadapan panggilan telepon dari rumah tahanan yang dilakukan otoritas New York pada tahun 2015. Ketika itu, seorang narapidana memuji sistem operasi terenkripsi Apple adalah "anugerah dari Tuhan".
Kegaduhan soal Apple ini berawal dari kasus pembantaian yang terjadi di San Bernardino, California beberapa waktu lalu. Kendati sudah mendapat perintah pengadilan, Apple menolak membantu membuatkan perangkat lunak baru guna membongkar password iPhone milik pelaku.
Apple beralasan, hal itu akan menjadi preseden buruk. Menurut Apple, hal itu mengancam keamanan para penggunanya.
Lambat laun, kasus ini menjadi perseteruan antara pemerintah dengan raksasa-raksasa teknologi Amerika Serikat. Google, Facebook, Microsoft dan lebih dari dua puluh perusahaan teknologi lain melayangkan nota dukungan bagi Apple. Sementara itu, Departemen Kehakiman mendapat dukungan dari kelompok-kelompok penegak hukum dan enam kerabat korban pembantaian San Bernardino.
Biro Penyidik Federal Amerika Serikat (FBI) menyebut kedua pelaku, Rizwan Farook dan istrinya, Tashfeen Malik, terinspirasi militan garis keras dalam melakukan aksinya. Mereka membantai 14 orang dalam sebuah pesta liburan, 2 Desember silam.
Pasangan suami istri itu kemudian tewas dalam baku tembak dengan polisi. FBI bersikeras ingin membongkar data ponsel Farook untuk menyelidiki dugaan keterlibatan pelaku dengan kelompok militan tertentu.
Kantor Jaksa Penuntut Umum San Bernardino, Kamis, mengatakan bahwa berdasarkan dua panggilan darurat 911 di waktu penembakan, menyebut ada tiga pelaku, bukan hanya dua.
Oleh karena itu, kata pernyataan resmi dari Kantor Jaksa Penuntut Umum, jika faktanya memang ada tiga pelaku, maka pembongkaran iPhone pelaku perlu dilakukan untuk melacak identitas pelaku ketiga.
Sebenarnya, Apple sudah bekerja sama dengan FBI. Mereka menyerahkan data-data terkait yang mereka miliki.
Namun, kata Apple, permintaan terbaru dari FBI dinilai tidak masuk akal. Pasalnya, FBI mendesak agar Apple merancang sebuah perangkat lunak yang dapat dipakai untuk meretas sistem keamanan iPhone. Padahal, perangkat lunak yang dimaksud belum ada wujudnya. (Reuters)
Berita Terkait
-
5 Smartwatch Terbaik di Bawah Rp2 Juta Mirip Apple Watch: Desain Premium, Fitur Canggih
-
iPhone 18 Pro Max Terancam Langka, Harga Bisa Naik Rp5 Juta Akibat Krisis Memori Global
-
Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia
-
Apple dan Samsung Menguat Saat Qualcomm-MediaTek Tertekan Krisis Memori
-
Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga
-
Kolaborasi Motul dan Von Dutch Rayakan Budaya Kustom Lewat Kampanye Lifestyle Otomotif
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Cherrypop 2026 Siap Guncang Prambanan, Puluhan Musisi Lintas Generasi Meriahkan Repelita Musik
-
KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
-
"The Rock from the Sky" dan Pelajaran tentang Berani Menghadapi Perubahan
-
Bukan Hobi Biasa, Ini 5 Sensasi Sport Fishing di Laut yang Bikin Para Mancing Mania Ketagihan
-
Jadi Destinasi Baru Bulan Agustus, Styles Land Ajak Pengunjung Eksplorasi Dunia Kreatif di Jakarta
-
6 Weton Tibo Pati: Harus Rasakan Kesulitan Rezeki Sebelum Akhirnya Sukses Bergelimang Harta
-
Tanggal Kembar 8.8, Saatnya Lengkapi Kebutuhan Skincare hingga Vitamin dengan Lebih Hemat