Suara.com - Pemerintah Sudan Selatan membolehkan operasi 'bumi hangus' terhadap warga sipil yang terjebak dalam perang saudara di negaranya. Termasuk membolehkan tentara dan sekutu milisinya untuk memperkosa perempuan sebagai upah, menyiksa dan membunuh musuh tanpa dibatasi jumlah.
Fakta mengerikan ini dilaporkan Komisi Hak Asasi Manusia (OHCHR) PBB lewat dokumen yang dirilis pada Jumat (11/3/2106) waktu setempat. Berita ini menyusul enam bulan setelah terjadi kasus penculikan dan eksploitasi ribuan perempuan selama konflik.
Laporan ini diungkap ke publik setelah negara tersebut dilanda perang saudara sejak 2013 lalu. Kebanyakan kasus yang terjadi disana adalah kejahatan kemanusiaan dan sebagian besar korban adalah warga sipil.
Berdasarkan catatan PBB, sejak April hingga September tahun lalu setidaknya ada 1300 lebih laporan kasus perkosaan di Sudan Selatan. Di tahun 2014, pasukan oposisi membuat kekacauan di beberapa kota. Mereka menjadika masjid, gereja dan rumah sakit untuk menyekap tawanan. (the Guardian)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol