Suara.com - Tidak terasa hampir setahun sudah waktu berlalu saat Valentino Rossi menyentuh garis finis pertama pada GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Kenangan itu pun masih tersimpan dengan baik dibenak sang pebalap.
Dan jelang penampilannya kembali di sirkuit yang memiliki panjang 4,806 km itu, The Doctor--julukan Rossi--menyimpan asa mengulangi sukses musim lalu. Pebalap Movistar Yamaha itu mengaku Sirkuit Termas de Rio Hondo jadi salah satu favoritnya.
"Tahun lalu balapannya sungguh luar biasa. Tentunya tak akan mudah mengulangi hasil yang sama tahun lalu, tapi saya akan coba," kata Rossi. "Selalu menyenangkan bisa pergi ke Argentina. Saya sangat menyukai trek di sini."
Musim lalu Rossi tampil superior. Start dari posisi kedelapan, dia perlahan mulai merangkak naik ke depan. Satu per satu lawan di depan mulai disalipnya hingga pada momen dia berada di posisi kedua di bawah pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.
Setahap demi setahap Rossi mulai mendekatkan jarak dengan Marquez. Puncaknya adalah saat lomba menyisakan tiga putaran, dimana Rossi mulai mengambil alih posisi terdepan dari Marquez.
Marquez yang tampak sangat ngotot menjuarai perlombaan ini akhirnya gagal finis setelah motornya menabrak ban belakang Rossi yang membuatnya terjatuh.
Kejadian ini membuat Rossi tak tersentuh lagi di barisan depan dan menyentuh garis finis pertama, terpaut 5,685 detik dari kompatriotnya asal Italia yang meraih peringkat kedua, Andrea Dovizioso (Ducati). (Solo News)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend